Refleksi Akhir Tahun, IB Ilham Malik: Lampung Harus Ciptakan Terobosan Model Pembangunan


IB Ilham Malik | Akun Facebook IB Ilham Malik
IB Ilham Malik | Akun Facebook IB Ilham Malik

Bandar Lampung – Pengamat transportasi dari Universitas Bandar Lampung (UBL) IB Ilham Malik mengatakan, sepanjang 2016, masyarakat disuguhi pemberitaan program pembangunan jalan tol, bandara, dan jalan layang (flyover). Program tersebut menjadi isu infrastruktur transportasi yang dibangun pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung.

“Isu lain mungkin ada, tapi sedikit mendapatkan perhatian dari masyarakat,” kata Ilham Malik kepada duajurai.com dalam keterangan tertulisnya mengenai refleksi akhir tahun via whatsApp Senin, 26/12/2016.

Menurut Direktur Center for Urban and Regional Studies (CURS) ini, masyarakat Lampung juga menghadapi problem kerusakan jalan dimana-mana. Dalam hal ini, hubungan antarkabupaten tidak terkoneksi dengan baik, dan kondisinya tak berubah dari tahun ke tahun.

“Tidak terasa ada terobosan. Jadi wajarlah jika ada masyarakat yang menganggap bahwa saat ini pembangunan di Lampung terasa stagnan. Mungkin ini perlu menjadi bahan evaluasi pemprov,” kata lulusan S3 The University of Kitakyushu Jepang.

Khusus jalan tol, lanjutnya, harus dibuat roadmap tentang hal-hal yang bisa dilakukan pemprov untuk memanfaatkan keberadaan infratruktur tersebut. Sehingga kas pemasukan Lampung bisa semakin bertambah.

“Bukan sebaliknya, uang daerah makin banyak dan cepat keluar. Seharusnya keberadaan tol dan jumlah produksi industri berkorelasi. Lampung harus mengimpor banyak bahan mentah dan mengekspor barang jadi sesaat setelah jalan tol beroperasi. Ini satu-satunya tolak ukur yang benar terkait keberadaan tol sebagai bagian dari Jalan Tol Sumatera,” papar Dosen Teknik Sipil UBL.

Khusus untuk program pembangunan Pemprov Lampung yang tak kunjung terasa, mungkin harus dievaluasi dengan baik. Sehingga apapun yang dibangun, hasilnya bisa dirasakan masyarakat dan berefek baik pada perkembangan daerah.

“Saya kira sudah cukup bagi Lampung terjebak pada model pembangunan wilayah yang begitu-begitu saja, dan sudah terbukti tidak membawa kemajuan pada ekonomi dan peningkatan kesejahteraan,” kata peraih beasiswa Monbukagakusho MEXT 2015.(*)

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *