Kaleidoskop 2016: 8 Peristiwa Penting dan Kontroversial Polda Lampung Selama Setahun (3-habis)


Markas Polda Lampung | ist
Markas Polda Lampung | ist

Bandar Lampung – Tak genap setahun selama 2016, beberapa peristiwa penting terjadi dalam tubuh Kepolisian Daerah (Polda) Lampung. Bahkan tak sedikit diantaranya terbilang kontroversial dan menghebohkan masyarakat Bumi Ruwa Jurai.

Mulai dari kabar mutasi orang nomor satu dan dua di Korps Bhayangkara Bumi Ruwa Jurai hingga prestasi yang diraih polda. Berikut peristiwa selanjutnya yang terjadi pada Polda Lampung selama 2016.

6. Polda Lampung Naik Status Tipe A

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur pada September 2016 menyetujui peningkatan status Polda Lampung dari tipe B menjadi tipe A. Selain Lampung, Menteri PANRB juga meningkatkan status menjadi tipe A Polda Polda Kepulauan Riau dan Polda Riau.

Penetapan status tipe A ketiga polda dituangkan dalam Surat Menteri PANRB Nomor B/3108/M.PANRB/9/2016. Peresmian status baru tersebut berlangsung pada 29 Oktober 2016 lalu yang dikukuhkan langsung oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri Komisaris Jenderal Dwi Priyatno.

Dengan status tipe A, ketiga polda harus dipimpin oleh kapolda dengan pangkat inspektur jenderal (irjen) dan wakapolda berpangkat brigjen.

7. Polres Pesawaran Terbentuk

Selain menaikkan status tiga polda, Menteri PANRB Asman Abnur lewat suratnya nomor B/3108/M.PANRB/9/2016 juga memberikan persetujuan pembentukan delapan polres baru, termasuk Polres Pesawaran, Lampung.

Sebelumnya, sejak menjadi daerah otonomi baru (DOB), Pesawaran masih di bawah wilayah hukum Polres Lampung Selatan selaku kabupaten induk.

Selain itu, dalam waktu dekat Polda Lampung juga akan menambah lima polsek, dua di Tanggamus dan tiga di Lampung Selatan.

8. Rencana akuisisi Taman Dipangga

Polda Lampung berencana memperluas areal markasnya hingga mencakup kawasan Taman Dipangga, Telukbetung, Bandar Lampung. Perluasan itu seiring naiknya status Polda Lampung menjadi tipe A pada 29 Oktober 2016 lalu.

Nantinya, Taman Dipangga yang tepat berada di depan mapolda akan menyatu atau menjadi bagian halaman polda. “Polda sudah mendapatkan hibah tanah Taman Dipangga. Tugu tamannya bakal tetap ada, tapi dibuat lebih cantik. Desainnya sudah diperlihatkan berkali-kali ke gubernur. Masyarakat bisa bersantai, jogging dan lain-lain di taman itu, dengan suasana yang lebih nyaman,” kata Sulis saat ditemui duajurai.com di ruang kerjanya, Rabu, 28/9/2016.

Rencana ini sempat memantik kontroversi. Sejumlah warga melalui medsos menyatakan ketidaksetujuan atas rencana polda “mengakuisisi” Taman Dipangga. Alih-alih mendukung, netizen umumnya berharap Mapolda Lampung saja yang berpindah lokasi. Sementara Taman Dipangga yang bernilai sejarah tinggi bagi Kota Bandar Lampung dan Provinsi Lampung, sebaiknya dipertahankan di lokasi saat ini.(*)

Baca Kaleidoskop 2016: 8 Peristiwa Penting dan Kontroversial Polda Lampung Selama Setahun (2)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Soal Pelanggaran Pidana Pilkada, Ini Penjelasan Ketua Bawaslu Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah praktik yang terindikasi politik uang (money politics) marak jelang hari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *