Pelajar Tanya Duka Jadi Legislator, Anggota DPRD Bandar Lampung Fandi: Perlu Banyak Modal


PULUHAN pelajar SMA dan SMK dari berbagai sekolah mengunjungi Gedung DPRD Bandar Lampung, Selasa lalu, 6 Desember 2016. Kunjungan tersebut dalam rangka mengenalkan demokrasi kepada para pelajar. | Situs KPU Bandar Lampung

PULUHAN pelajar SMA dan SMK dari beberapa sekolah mengunjungi Gedung DPRD Bandar Lampung, Selasa lalu, 6 Desember 2016. Kunjungan tersebut dalam rangka mengenalkan demokrasi kepada para pelajar. | Situs KPU Bandar Lampung

Bandar Lampung – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung membawa puluhan pelajar SMA dan SMK bertemu anggota DPRD setempat, kemarin. Kegiatan ini dalam rangka mengenalkan demokrasi kepada para pelajar.

Situs KPU Bandar Lampung yang dikutip pada Rabu, 7/12/2016, melaporkan, dalam pertemuan di ruang rapat paripurna DPRD Bandar Lampung, para siswa dari beberapa sekolah itu mendapat masukan tentang kinerja dan struktur wakil rakyat. Termasuk mengenai tugas dan fungsi vital DPRD dalam aspek pembangunan di Kota Tapis Berseri.

Usai menerima penjelasan tentang tugas wakil rakyat, pelajar diberi dua kali kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Mereka bertanya banyak hal tentang tugas seorang legislator. Ajeng Setyaningsih, misalnya. Siswa SMAN 5 Bandar Lampung itu menanyakan tentang suka dan duka menjadi anggota legislatif.

Pertanyaan tersebut dijawab oleh anggota DPRD Bandar Lampung Fandi Tjandra. Dia menyatakan bahwa seorang wakil rakyat mengeluhkan keharusan melakukan absensi dan lainnya. “Jadi anggota dewan itu juga memerlukan modal yang banyak. Itu dukanya,” seloroh Fandi disambut tawa tamu di ruangan tersebut.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top