Terluka Ikuti Rekrutmen Mapala di Tanggamus, Mahasiswa Unila Ini Dilarikan ke Rumah Sakit


Revi Mediantama menjalani perawatan di RS Advent, Bandar Lampung, Senin, 5/12/2016. Mahasiswa Fakultas Hukum Unila mengaku mengalami kekerasan saat mengikuti penerimaan anggota baru Mapala di Gunung Tanggamus, 25 November lalu. | Anggri Sastriadi/duajurai.com
Revi Mediantama menjalani perawatan di RS Advent, Bandar Lampung, Senin, 5/12/2016. Mahasiswa Fakultas Hukum Unila itu mengaku mengalami kekerasan saat mengikuti penerimaan anggota baru Mapala di Gunung Tanggamus, 25 November lalu. | Anggri Sastriadi/duajurai.com

Bandar Lampung – Revi Mediantama (19), mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila), kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Advent, Bandar Lampung. Dia mengalami luka parah di bagian telapak kaki usai mengikuti rekrutmen anggota baru Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) di Gunung Tanggamus, Kabupaten Tanggamus, Lampung, beberapa waktu lalu.

Yulita (38), orang tua Revi, mengatakan, anaknya minta izin untuk mengikuti penerimaan anggota baru Mapala pada Jumat lalu, 25 November 2016. Revi mengaku akan pulang pada Senin, 28 November lalu. Namun, setelah ditunggu, ternyata Revi tak kunjung pulang hari itu.

“Akhirnya, saya konfirmasi ke pihak Mapala. Katanya, acara berlangsung hingga 2 Desember. Saya waktu itu sempat menanyakan kondisi Revi dan dikatakan baik-baik saja. Ya, kami lega. Tapi, setelah pulang, kondisi anak saya sudah enggak bisa jalan,” kata Yulita di RS Advent.

Pengakuan Revi kepada Yulita, perekrutan anggota baru Mapala diwarnai dengan aksi kekerasan. Para senior memukul dan menendang calon anggota saat membuka jalur pendakian yang banyak alang-alang. Sehingga, menyebabkan lecet di bagian tubuh. “Kami tak bisa menerima begini saja. Seharunya, ada tanggung jawab dari Mapala mengapa bisa seperti ini,” ujarnya.

Menurut Yulita, pihak Mapala berjanji akan bertanggung jawab. Namun, hingga kini belum ada tindakan. Bahkan, tak satu pun dari pihak Mapala yang menjengut anaknya di RS Advent. “Ya, kalau bisa harus ada pertanggungjawaban dari mereka (pihak Mapala),” kata dia.(*)

Laporan Anggri Sastriadi, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

PT BBJ Salurkan 10 Ton Beras untuk Penanggulangan Covid-19 Lamsel

KALIANDA, duajurai.co – Kepedulian pelaku usaha di Kabupaten Lampung Selatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 kian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *