Angkasa Pura II Harus Datangkan 3 Juta Penumpang Agar Bandara Radin Inten II Lampung Untung


BANDARA Radin Inten II, Lampung Selatan, saat ini sedang dalam penyelesaian pembangunan. Foto diambil pada Selasa, 15/11/2016. | Anggri Sastriadi/duajurai.com
BANDARA Radin Inten II, Lampung Selatan, saat ini sedang dalam penyelesaian pembangunan. Foto diambil pada Selasa, 15/11/2016. | Anggri Sastriadi/duajurai.com

Bandar Lampung – PT Angkasa Pura (AP) II harus mampu mendatangkan minimal tiga juta penumpang dalam setahun, supaya Bandara Radin Inten II Lampung meraup untung. Demikian diungkapkan Head of Corporate Communications and Legal AP II Agus Haryadi.

“Sebetulnya, untuk bisa untung itu harus sampai tiga juta penumpang setahun. Saat ini, Bandara Lampung masih di atas 1 jutaan. Mungkin satu atau dua tahun pertama masih merugi,” ujarnya.

Menurut Agus, potensi tersebut akan diantisipasi dengan pengembangan bandara secara cepat, terutama dari infrastruktur baik di sisi darat maupun udara. AP II mengklaim tengah menyiapkan peta jalan pengembangan dan investasi Bandara Radin Inten II. Di antaranya, pembangunan landasan pacu dan terminal.

“Pembangunan terminal baru bandara tersebut diharapkan mampu menampung lebih banyak penumpang dibandingkan terminal lamanya yang hanya mampu menampung hingga 1,4 juta per tahun,” katanya, mengutip CNN Indonesia, Rabu, 23/11/2016.

Nantinya, gedung terminal dilengkapi parkir tiga lantai yang bisa menampung 700 kendaraan roda empat, dengan sky bridge yang dapat menghubungkan gedung parkir dengan terminal.

Dengan infrastruktur yang sudah siap, lanjut Agus, AP II akan lebih siap membuka rute baru guna mendongkrak jumlah penumpang. “Nanti setelah itu diserahkan, kami akan hitung ulang prediksi ke depan untuk pembukaan rute baru, termasuk asumsi jumlah penumpang. Kami sudah siap,” katanya.

Agus mengungkapkan, nantinya bandara tersebut juga akan dikembangkan agar bisa didarati pesawat berbadan lebar sekelas Boeing 777 untuk dijadikan bandara embarkasi haji sesuai dengan permintaan Pemerintah Provinsi Lampung. “Tentunya harus berhitung cermat, karena membutuhkan landasan pacu yang lebih panjang dan lebar, kami juga hitung potensi ekonominya kalau hanya digunakan setahun sekali,” imbuhnya.

Sekadar informasi, dari 13 Bandara yang dikelola oleh AP II, enam di antaranya masih merugi, yakni Bandara Aceh, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Pontianak, Padang dan Silangit.(*)

Baca Menhub Instruksikan Bandara Radin Inten II Lampung Jadi Penyangga Bandara Soetta Awal 2017

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Harga Telur di Bandar Lampung Tembus Rp24 Ribu

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Harga telur ayam merangkak naik menjelang tahun baru. Kini, harganya di pasaran tembus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *