Pembangunan Dilanjutkan Oktober Lalu, Begini Kondisi Terbaru Kotabaru Lampung Selatan


GEDUNG calon Kantor Gubernur Lampung di Kotabaru, Lampung Selatan. | Imelda Astari/duajurai.com
GEDUNG calon Kantor Gubernur Lampung di Kotabaru, Lampung Selatan. | Imelda Astari/duajurai.com

Lampung Selatan – Pembangunan kawasan Kotabaru yang direncanakan menjadi pusat Pemerintahan Provinsi Lampung sempat dihentikan pada 2014 lalu. Saat ini, nampak pembangunan beberapa gedung di sana sedang dilanjutkan. Namun kondisinya belum ada kemajuan yang signifikan sejak pembangunannya dilanjutkan sekitar Oktober lalu.

Menurut Sudirman (48), Satgas Badan Pengelola Kota Baru (BPK2B), pembangunan lanjutan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Masjid Agung, dan rumah sakit (RS) baru dimulai sekitar Oktober lalu.

“Dari Oktober sudah mulai dilanjutkan pembangunan tiga gedung itu. Khusus di area rumah sakit memang ada tambahan tiga gedung. Tapi bangunan lain belum ada kelanjutannya,” terang Sudirman ketika ditemui duajurai.com.

Pantauan duajurai.com beberapa waktu lalu, para pekerja melakukan pembangunan lanjutan di gedung DPRD, masjid dan RS Bandar Negara Husada. Mobil truk pembawa bahan material tampak lalu lalang di sekitaran gedung.

RS Bandar Negara Husada kini dibangun dua gedung baru (di luar gedung utama). Selasar RS yang menghubungkan antargedung tengah dalam proses pembangunan. Di salah satu bangunan nonpermanen (ditempati para pekerja), yakni di sekitar gedung utama RS, terdapat sebuah banner bertuliskan penjelasan mengenai proyek pengadaan pembangunan lanjutan RS Kotabaru. Lebih lengkap, berikut penjelasan yang tertuang di banner tersebut.

Sumber dana APBD Provinsi Lampung tahun anggaran 2016 dengan nomor kontrak 292/PPK Yankes/APBD/VI 2016. Nilai kontrak Rp27.443.186.000. Waktu pelaksanaan 200 hari kalender dan nama pelaksana adalah PT Rudy Karya Langgeng. Adapun leading sektor proyek adalah Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Sedangkan, gedung kantor gubernur yang sudah berdiri kokoh nampak kosong. Cat putih gedung itu pun pudar dan terkelupas di beberapa bagian. Beberapa tangki penampung air berwarna oranye terang berada di atap gedung. Di sekitarnya, dipenuhi semak belukar yang menjorok ke tembok. Bahkan di tangga pintu masuk ditumbuhi rerumputan.

Kondisi tak jauh beda terjadi di bangunan-bangunan balai adat. Nampak di sekitar bangunan itu sesak dengan rumput liar. Bahkan akses jalan masuk pun tertutup semak belukar.(*)

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Ridho Ficardo Terima Penghargaan Peduli Hak Asasi Manusia

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung M Ridho Ficardo menerima penghargaan Peduli Hak Asasi Manusia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *