LIPSUS PUNGLI PLN LAMPUNG: PLN Tanjungkarang Tuding Petugas Loket Bukan Pegawainya


SEJUMLAH pengendara melintas di depan Kantor PLN Area Tanjungkarang, Bandar Lampung, Senin, 21/11/2016. Petugas di kantor tersebut melayani pemasangan listrik baru via "jalur cepat". | duajurai.com
SEJUMLAH pengendara melintas di depan Kantor PLN Area Tanjungkarang, Bandar Lampung, Senin, 21/11/2016. Petugas di kantor tersebut melayani pemasangan listrik baru via “jalur cepat”. | duajurai.com

Bandar Lampung – Kantor PLN Area Tanjungkarang, Bandar Lampung, berjanji menindaklanjuti ihwal pungutan liar (pungli) dalam pemasangan baru listrik via “jalur cepat”. Menurut PLN setempat, petugas loket yang menawarkan “jalur cepat” pemasangan baru listrik itu bukan pegawai PLN.

“Kalau memang itu dilakukan petugas loket, nanti akan kami tindaklanjuti bila terdapat bukti, apalagi laporan. Itu praktik ilegal. Sebab, kami dari PLN tidak memperbolehkan “jalur cepat” atau pungli semacam itu. Loket itu di memang disediakan PLN, tapi petugasnya bukan pegawai PLN,” kata Singgih Budiaji, Manager PLN Rayon Tanjungkarang, saat dihubungi duajurai.com, Senin, 21/11/2016.

Singgih menampik jika biaya pemasangan baru untuk daya 1.300 VA mencapai Rp1,8 juta. Sebab, biaya resmi penyambungan dari PT PLN hanya Rp1.218.000. “Memang pemasangan listrik baru mesti masuk daftar tunggu. Waktu tunggu pemasangan standarnya lima hari, tapi kadang ada kendala teknis di lokasi, dan kendala lain-lain, maka durasi tunggunya bisa satu bulan sampai 90 hari,” ujarnya.

Penelusuran duajurai.com, petugas loket di PLN Tanjungkarang melayani pemasangan baru listrik melalui “jalur cepat”. Calon pelanggan yang memakai jalur tersebut cukup menunggu tiga hari. Selain itu, tak banyak persyaratan yang dilengkapi, hanya menyerahkan fotokopi KTP.

Namun demikian, pelanggan baru yang menggunakan “jalur cepat” mesti merogoh kocek lebih dalam. Sebab, biaya yang dikenakan lebih mahal dari tarif resmi. Untuk pemasangan baru listrik dengan daya 1.300 VA, calon pelanggan via “jalur cepat” dibebankan tarif sebesar Rp1,8 juta. Sedangkan pemasangan baru dengan daya 900 VA dikenakan tarif Rp1,5 juta.

Besaran biaya tersebut jauh lebih mahal daripada tarif resmi. Berdasar Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 8 Tahun 2016, tarif resmi pemasangan listrik baru untuk daya 1.300 VA adalah Rp1.218.000. Sedangkan daya 900 VA hanya Rp843 ribu. Artinya, biaya pemasangan listrik baru di PLN Tanjungkarang via “jalur cepat” lebih mahal sekitar Rp500-an-Rp600-an ribu.(*)

Baca juga LIPSUS PLN LAMPUNG: Mau Pasang Baru Listrik, Warga Bandar Lampung Ini Kaget Ditawari “Jalur Cepat”

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Silaturahmi, Herman HN Nantikan Program Ganas Annar MUI Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gerakan Nasional Antinarkoba (Ganas Annar) MUI Kota Bandar Lampung bersilaturahmi dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *