LIPSUS PUNGLI PLN LAMPUNG: Mau Pasang Baru Listrik, Warga Bandar Lampung Ini Kaget Ditawari “Jalur Cepat”


SEORANG konsumen meninggalkan Kantor PLN Area Tanjungkarang, Bandar Lampung, Senin, 21/11/2016. Petugas loket di sana melayani pemasangan listrik baru via "jalur cepat". | duajurai.com
SEORANG konsumen meninggalkan Kantor PLN Area Tanjungkarang, Bandar Lampung, Senin, 21/11/2016. Petugas loket di sana melayani pemasangan listrik baru via “jalur cepat”. | duajurai.com

Bandar Lampung – AJ (40) mengaku kaget saat hendak memasang baru listrik di Kantor PLN Area Tanjungkarang, Bandar Lampung. Warga Enggal itu ditawari “jalur cepat” untuk pemasangan baru.

Dia menceritakan, waktu itu, dirinya datang ke loket pelayanan pemasangan listrik baru. Setelah memberi tahu lokasi dan daya listrik yang akan dipasang, AJ diberi tahu biaya pemasangan menggunakan sistem di PLN. Saat itu, ia diberi nominal yang serupa dengan nominal di website resmi PLN.

“Saya lihat, petugas loket memang memberikan nominal sesuai di dalam sistem, yaitu Rp8,2 juta untuk daya 7000 VA. Tapi, yang ganjil menurut saya, ketika kasir loket itu meminta untuk dibayar cash (tunai). Saya heran, kok uang sebesar itu mesti dibayar cash? Saya tanyakan nomor rekening yang tercantum di pendaftaran online, tapi, kata kasirnya, tidak bisa transfer, harus cash,” kata AJ kepada duajurai.com, Senin, 21/11/2016.

Kemudian, kasir menerangkan bahwa calon pelanggan mesti menunggu sekitar 20 hari untuk proses pemasangan. Namun, AJ merasa waktu pemasangan itu relatif lama. Lalu, dia mempertanyakan hal tersebut. “Saya tanya, kok lama ya prosesnya?,” tanya AJ.

Mendapat pertanyaan itu, si petugas loket malah menawarkan “jalur cepat” untuk pemasangan listrik baru. Menurut petugas loket, calon pelanggan yang memakai “jalur cepat” dikenakan biaya tambahan untuk membayar jasa. “Kalau mau cepat ‘ke dalam saja’. Memang bisa cepat, paling tiga hari. Kasih uang jasa saja,” ujar AJ menirukan ucapan petugas loket.

Mengetahui hal tersebut, AJ pun merasa kecewa. Ia tak mengindahkan “jalur cepat” yang dimaksud si petugas loket. AJ juga tak menanyakan lebih jauh mengenai pernyataan petugas loket yang menyebut “ke dalam saja”.

“Saya kaget. (Ternyata), masih ada praktik pungutan liar (pungli) dengan modus jalur cepat di PLN. Akhirnya, saya tidak melanjutkan prosedur pemasangan listrik baru. Sementara ini, saya memilih untuk menyerahkan pemasangan listrik baru kepada pemilik ruko yang saya sewa,” kata AJ.(*)

Baca juga LIPSUS PUNGLI PLN LAMPUNG: Duit Rp1,8 Juta Pasang Baru Listrik “Jalur Cepat” Dibagi-Bagi, Siapa Saja Penerimanya?

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Rumah Zakat Lampung Salurkan Bingkisan Lebaran Keluarga

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Rumah Zakat Lampung menyalurkan Bingkisan Lebaran Keluarga (BLK) di Musala Nurul …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *