Festival Lampung Syariah, Gubernur: Pengenalan Ekonomi Syariah Jangan Banyak Pakai Bahasa Halal-Haram


Gubernur Lampung M Ridho Ficardo | Imelda Astari/duajurai.com

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo | Imelda Astari/duajurai.com

Bandar Lampung – Gubernur Lampung M Ridho Ficardo meminta pengenalan sistem ekonomi syariah tidak terlalu banyak menggunakan bahasa halal dan haram. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Festival Lampung Syariah di Mal Boemi Kedaton, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu.

“Pengenalan sistem ekonomi syariah jangan terlalu banyak menggunakan bahasa halal-haram, tapi kedepankan pengenalan sistemnya,” kata Ridho, seperti dikutip dari laman Pemprov Lampung, Senin, 21/11/2016.

Dia mengatakan, saat ini, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui sistem ekonomi syariah, termasuk lembaga keuangan. Contohnya, belum banyak orang yang memahami produk-produk perbankan syariah. “(Masyarakayt) mungkin sekadar tahu perbankan syariah, namun belum mengenal lebih dalam produknya,” ujarnya.

Untuk itu, Ridho menyarankan, sistem marketing (pemasaran) syariah perlu mengenalkan produk-produk dan keunggulannya. Sehingga, secara tak langsung mengedukasi masyarakat. “Saya yakin sistem ekonomi syariah jauh memiliki kekuatan terhadap guncangan ekonomi,” kata dia.

Festival Lampung Syariah diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) setempat selama enam hari, 17-22 November 2016. Menurut Kepala Perwakilan BI Lampung Arief Hartawan, Festival Lampung Syariah merupakan tindak lanjut dari rangkaian kegiatan Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) di Surabaya pada Oktober lalu. Penyelenggaraan Festival Lampung Syariah melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asbisindo, BMPD, serta Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.(*)

Baca juga Buka Stan di Festival Lampung Syariah, Butik Zoya Diskon Pakaian Hingga 50%

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top