Soal Kematian Upik Roslina, KALKM Datangi Polresta Bandar Lampung


KOMITE Advokasi Layanan Kesehatan Masyarakat audiensi dengan Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Senin, 14/11/2016. Audiensi tersebut terkait kematian Upik Roslina (57), pelapor malpraktik Rumah Sakit Urip Sumoharjo. | ist
KOMITE Advokasi Layanan Kesehatan Masyarakat audiensi dengan Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Senin, 14/11/2016. Audiensi tersebut terkait kematian Upik Roslina (57), pelapor malpraktik Rumah Sakit Urip Sumoharjo. | ist

Bandar Lampung – Komite Advokasi Layanan Kesehatan Masyarakat (KALKM) mendatangi Polresta Bandar Lampung, Senin, 14/11/2016. Maksud kedatangan mereka, hendak menanyakan perkembangan perkara kematian Upik Roslina (57), pelapor malpraktik Rumah Sakit Urip Sumoharjo.

Kedatangan KALKM disambut Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Komisaris Deden Heksaputra. Mereka beraudiensi di ruang Deden. Hadir dari pihak KALKM, yakni Dedi Damhudi dan Sely Fitriani, Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Perempuan Damar yang juga anak Upik. Turut pula Dedy Mawardi, kuasa hukum keluarga Upik.

“Tujuan kami tadi meminta informasi kepada Polresta tentang kasus Rumah Sakit Urip Sumoharjo. Penyidik Polresta Bandar Lampung Brigadir Hendro Wuryoko yang menangani perkara dimaksud menerangkan bahwa telah memeriksa enam saksi. Mereka terdiri dari saksi pelapor dan saksi terlapor,” kata Dedy.

Menurutnya, penyidik berencana memeriksa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat. Pemeriksaan dijadwalkan pada Rabu mendatang, 16 November 2016. “Kalau sudah melakukan pemeriksaan tersebut, penyidik segera menggelar perkara Upik,” ujarnya.

Upik Roslina meninggal dunia di RS Urip Sumoharjo, Jumat lalu, 9 September 2016, sekitar pukul 11.40 WIB. Sebelum meninggal, Upik mengalami masalah pada mata dan syaraf. Setelah 10 hari dirawat, Upik diizinkan pulang dan diberi obat pada 3 Agustus lalu. Dokter Spesialis Syaraf Suharsono memintanya kembali untuk kontrol pada 8 Agustus. Namun, tangan dan sebagian badan Upik terdapat bintik-bintik merah pada 7 Agustus. Pihak keluarga menduga kondisi Upik makin memburuk karena pemberian obat antikejang.

Atas dasar itu, pihak keluarga melalui Dedy Mawardi melaporkan RS Urip Sumoharjo ke Polda Lampung. Tuduhannya, RS Urip Sumoharjo diduga melakukan malpraktik terhadap Upik. Polda kemudian melimpahkan perkara ini ke Polresta Bandar Lampung.(*)

Baca juga Polresta Bandar Lampung Periksa RS Urip Sumoharjo Soal Kematian Upik Roslina

Laporan Anggri Sastriadi, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya

 


Komentar

Komentar

Check Also

Berkunjung ke Panti Asuhan Al Husna, Motor Jurnalis Kupas Tuntas Raib dalam 5 Menit

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Jurnalis Surat Kabar Harian Kupas Tuntas Sri ketiban sial. Sepeda motornya, Honda Beat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *