Inilah 4 Film Indonesia di Bioskop Lampung pada Weekend (2-habis)


Bioskop 21 Central Plaza Bandar Lampung. | ist

Bioskop 21 Central Plaza Bandar Lampung. | ist

Bandar Lampung – Warga Bandar Lampung yang menyukai film Indonesia dapat mendatangi Cinema XXI Mal Boemi Kedaton dan Bioskop 21 Mal Central Plaza. Kedua bioskop tersebut memutar sejumlah film Indonesia pada akhir pekan (weekend).

Berikut lanjutan daftar film dimaksud:

Bioskop 21 Mal Central Plaza

  1. Me Vs Mami

Membesarkan anak perempuan seorang diri bukanlah hal yang mudah bagi Maudy Wirasti, seorang celebrity chef dan host acara masak di salah satu stasiun televisi. Sebagai ibu, Maudy tidak memiliki banyak waktu untuk putrinya Mira yang berusia 20 tahun. Hal inilah yang akhirnya membuat hubungan mereka tidak akur. Ada saja yang mereka ributkan karena tidak saling memahami.

Suatu hari Uci (nenek buyut Mira dari Alm Papinya) yang sedang sakit keras meminta Mira dan Maudy menjenguknya di Payakumbuh, Sumatera Barat. Tak pernah dibayangkan Mira kalau ia harus melakukan perjalanan dengan Maminya. Petualangan Mira dan Maminya dimulai.

Perjalanan ke Payakumbuh yang harusnya selesai dalam dua hari satu malam jadin molor berhari-hari. Sebab, mereka ditinggal supir travel saat makan di salah satu restoran Padang. Mira dan Maudy terpaksa melakukan perjalanan darat. Sepanjang jalan, ibu dan anak ini selalu berdebat, bertindak bodoh, dan tidak kompak.

Mereka juga bertemu dengan backpacker misterius bernama Rio, yang membuat Mira jatuh hati. Tapi, Maudy selalu mengawasi dan berusaha menghalangi kedekatan mereka. Berbagai kejadian seru dan tak terduga akhirnya membuat Mira dan Maudy mengetahui isi hati masing-masing. Meski demikian, mereka tidak tahu diam-diam ada orang yang memantau perjalanan mereka.

  1. Barakati

Abdul Manan, seorang arkeolog muda asal Buton yang tinggal di Yogyakarta, didatangi Gerry, seorang wartawan asal Inggris. Gerry minta dijelaskan tentang makna kalimat yang tertulis di atas kayu Lontar dari abad ke-14.

Ternyata, kalimat-kalimat itu adalah penggalan catatan patih terkenal dari Kerajaan Majapahit, Gajah Mada, tentang keberadaan Ratu Adil. Lontar yang dibawa Gerry bisa jadi merupakan penguak misteri tentang hari-hari terakhir Gajah Mada di Kerajaan Majapahit.

Akhirnya, Abdul Manan dan Gerry dibantu oleh Wa Ambe berpetualang ke Pulau Buton demi mencari jawaban dari kalimat-kalimat yang ada di lontar.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top