Indeks Harga Naik, Inflasi Kota Bandar Lampung Peringkat ke-8


KEPALA Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Yeane Irmaningrum. | Imelda Astari/duajurai.com

KEPALA Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Yeane Irmaningrum. | Imelda Astari/duajurai.com

Bandar Lampung – Inflasi Kota Bandar Lampung menempati peringkat kedelapan dari 82 kota se-Indonesia yang diamati perkembangan harganya. Sebanyak 48 kota mengalami inflasi, sedangkan sisanya mengalami deflasi.

“Saat ini inflasi tertingi terjadi di Sibolga sebesar 1,32%. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Manado sebesar 0,01%. Untuk deflasi, yang tinggi dialami Sorong sebesar 1,10%, dan yang terendah terjadi di Banda Aceh dan Merauke sebesar 0,02%,” papar Kepala BPS Yeane Irmaningrum saat ekspose, Selasa, 1/11/2016.

Yeane menjelaskan, berdasarkan penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi Kota Tapis Berseri terjadi karena adanya peningkatan indeks pada lima kelompok pengeluaran, yakni kelompok bahan makanan naik sebesar 0,57%.

Kemudian kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau naik sebesar 0,01%; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik sebesar 1,55%.

Selanjutnya, kelompok kesehatan naik sebesar 0,42%; serta kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,21%. “Sebaliknya, kelompok sandang turun sebesar 0,41%. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks,” jelasnya.(*)

Baca BPS: Inflasi Kota Bandar Lampung Naik Jadi 0,58% pada Oktober

Laporan Anggri Sastriadi, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top