Soal Tuntutan Buruh, Gubernur Ridho Ficardo Klaim Sudah Teken UMP Lampung Rp1.904.000


GUBERNUR Ridho Ficardo saat diwawancara usai menghadiri pelantikan Wakil Ketua DPRD Lampung Imer Darius, Senin, 31/10/2016. | Imelda Astari/duajurai.com

GUBERNUR Ridho Ficardo saat diwawancara usai menghadiri rapat paripurna DPRD Lampung, Senin, 31/10/2016. | Imelda Astari/duajurai.com

Bandar Lampung – Gubernur M Ridho Ficardo mengaku telah meneken besaran Upah Minimum Provinsi (UMP), yakni sekitar Rp1.904.000. Padahal para buruh menuntut agar UMP Lampung mencapai Rp2,4 juta.

“Ya UMP kami naik, kalau tak salah Rp.1.904.000. Kalau bisa sih lebih naik lagi, tapi kan kami juga mesti menjaga keseimbangan. Supaya industri tetap bisa berjalan dan Lampung punya daya saing yang kompetitif. Sehingga investasi bisa lebih banyak,” kata Ridho saat ditemui usai rapat paripurna, Senin, 31/10/2016.

Alumnus Lemhamnas itu mengatakan, telah menandatangani Surat Keputusan (SK) peningkatan UMP 2017 tersebut. “Sepertinya sih sudah diteken, seingat saya sih sudah,” tuturnya.

Sebelumnya, Aliansi Perjuangan Buruh Lampung (APBL) menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Lampung M Ridho Ficardo pagi tadi. Mereka menolak penetapan UMP Lampung 2017. Sebab peraturan itu dinilai sama sekali tidak berpihak kepada buruh.(*)

Baca Demo di Halaman Kantor Gubernur, Buruh Lampung Tolak UMP 2017

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top