Biaya Pembuatan Mobil Mahasiswa Unila yang Ikut KMHE Capai Rp30 Juta


DUA mobil buatan mahasiswa Unila diperlihatkan pada Kamis, 27/10/2016. Mobil yang menghabiskan dana sekitar Rp30 juta ini siap mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) di Yogyakarta pada 1-4 November mendatang. | Imelda Astari/duajurai.com
DUA mobil buatan mahasiswa Unila diperlihatkan pada Kamis, 27/10/2016. Mobil yang menghabiskan dana sekitar Rp30 juta ini siap mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) di Yogyakarta pada 1-4 November mendatang. | Imelda Astari/duajurai.com

Bandar Lampung – Dua mobil buatan mahasiswa Universitas Lampung (Unila) siap mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE). Biaya pembuatan kendaraan itu relatif mahal, yakni mencapai Rp30 juta per unit.

“Ada bantuan, tapi enggak cukup. Sebab, biaya buat mobil begini kan tidak murah, per mobil sekitar Rp25-30 jutaan. Apalagi ini pembuatan pertama kali, pasti ada kesalahan-kesalahan. Misalnya, ada mesin yang sudah dibeli, tapi tak bisa dipasang. Namun demikian, kami optimistis bisa ikut terus kontes semacam ini,” kata Martinus, dosen pembimbing Tim Moran II, di gedung Teknik Mesin Unila, Bandar Lampung, Kamis, 27/10/2016.

Dia mengatakan, pihaknya membuat mobil tersebut hanya bermodal tekad dan keberanian. Meski terkendala pendanaan, namun mereka tetap berproses sembari terus mencari sumber dana. Sejauh ini, sumber dana masih berasal dari Fakultas Teknik Unila, Ikatan Keluarga Besar Alumni Teknik Mesin, Bukit Asam, Damri, serta Keluarga Ikatan Alumni Teknik.
“Kami pernah mengajukan bantuan dana ke Pemprov Lampung. Hasilnya, pengajuan kami dapat penolakan,” ujarnya.

Martinus menambahkan, Kontes Mobil Hemat Energi berlangsung di kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, pada 1-4 November mendatang. Dalam perlombaan tersebut, mobil peserta akan memutari trek sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer dengan enam putaran. Penentuan pemenang berdasar dapat atau tidak mobil peserta menyelesaikan trek dan berapa sisa bahan bakar.

“Kami optimistis karena teknologi ini sudah berkembang sekian lama. Selain itu, kalau dilihat tak terlalu rumit membuatnya, jadi kenapa tak dicoba? Kalau tak dicoba kami tak tahu bisa atau tidak. Jadi, kami siap mengikuti KMHE untuk pertama kali, dan melawan 60 tim,” kata dia.(*)

Baca juga 2 Mobil Buatan Mahasiswa Universitas Lampung Siap Berlaga pada KMHE 2016

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Tingkatkan Hasil Panen, Pairin Ajak Masyarakat Metro Kurangi Konsumsi Beras

METRO, duajurai.co – Wali Kota Metro Achmad Pairin mengajak masyarakat setempat tidak membiasakan mengonsumsi beras. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *