Kostum “Buka Paha” Royal Sigokh Diprotes, Yayasan Puteri Indonesia Minta Maaf kepada Masyarakat Lampung


Runner Up 3 Putri Indonesia 2016 Ariska mengenakan kostum Royal Sigokh pada ajang MGI 2016 di Amerika Serikat. Kostum ini diprotes masyarakat Lampung karena terbuka mulai dari paha hingga kaki | ist
Runner Up 3 Putri Indonesia 2016 Ariska Pertiwi mengenakan kostum Royal Sigokh pada ajang MGI 2016 di Amerika Serikat. Kostum ini diprotes masyarakat Lampung karena terbuka mulai dari paha hingga kaki | ist

Bandar Lampung – Yayasan Puteri Indonesia (YPI) akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Lampung terkait kreasi busana nasional Royal Sigokh. Busana tersebut dikenakan oleh Ariska Pertiwi, Runner Up 3 Puteri Indonesia di ajang Miss Grand International (MGI) di Texa, Amerika Serikat yang berlangsung pada 3-25 Oktober 2016.

Dalam foto yang beredar di media sosial, busana kreasi desainer Dynand Fariz.yang dikenakan Ariska nampak terbuka lebar mulai dari paha ke bawah.

Permintaan maat YPI disampaikan melalui surat resmi yang ditandatangani Ketua Umum Wardiman Djojonegoro tertanggal 17 Oktober 2016. Surat ditujukan kepada seluruh masyarakat Lampung, masyarakat adat Pepadun, LLMMA Gunon Ragom Bungamayang Sungkai Lampung, dan Anshori Djausal (Gelar Suttan Guru Sipahit Lidah).
Dalam surat yang beredar di media sosial tersebut, Wardiman menyatakan, pihaknya memang sengaja mengangkat budaya Lampung dengan menampilkan baju adat berjudul Royal Sigokh.

“Salah satu pertunjukan (show) dari kompetisi itu adalah setiap negara menunjukkan kreasi budaya negara masing-masing dengan nama national costume,” tulisnya.

“Namun dengan sedikitnya pengetahuan kami tentang filosofi dan makna baju tersebut telah membuat masyarakat Lampung merasa tidak berkenan karena tidak sesuai dengan makna dari Royal Sigokh yang mencerminkan kepribadian masyarakat Lampung yang agamis dan menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan,” terus mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Orde Baru tersebut.

Dalam surat yang sama, dinyatakan pula bahwa permintaan maaf juga disampaikan desainer Dynand Fariz.

“Saya pribadi sebagai designer mohon maaf yang sebesar-besarnya atas design Royal Sigokh yang telah membuat beberapa pihak menjadi tidak berkenan. Dan saya pribadi berharap semoga national costume Lampung menjadi yang terbaik,” kata Dynand yang dikutip dalam surat YPI.

Sebelumnya, dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pihak di Lampung memprotes penggunaan kostum Royal Sigokh di ajang MGI 2016. Salah satu protes disampaikan cendekiawan, budayawan dan tokoh adat Anshori Djausal.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Lembaga Musyawarah Masyarakat Adat Gunom Ragom Marga Bungamayang Sungkay, Lampung, Anshori Djausal gelar Suntan Guru Sipahit Lidah, menyatakan memprotes keras dan keberatan atas tayangan kostum Royal Sigokh di ajang MGI 2016. “Kepada pihak yang melakukannya bertanggung  jawab serta meminta maaf secara terbuka,” demikian protes Anshori pada Sabtu, 15/10/2016, sebagaimana dikutip duajurai.com dari Facebook..

Dosen senior Fakultas Teknik Universitas Lampung ini menegaskan, memajukan kebudayaan bangsa adalah kewajiban kita bersama namun tidak boleh mangabaikan rasa hormat dan penghargaan terhadap kebudayaan itu sendiri.

“Mengorbankan niat yang begitu baik untuk memperkenalkan seni budaya kita, khususnya sigokh dan tapis dengan tayangan paha yang sangat tidak sepadan sangat disayangkan. Permintaan maaf ini penting untuk dapat kembali bersama memajukan kebudayaan bangsa dengan gembira!” tandasnya.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Deklarasi ODF, Way Kanan Peringkat Kedua Nasional Soal STBM

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Way Kanan mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF)/setop buang air besar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *