Buka Teknokra Jejama 2016, Rektor Unila Hasriadi Mat Akin: Fungsi Pers Bukan Cari Sensasi


PEMBUKAAN Teknokra Jejama 2016 dengan pemukulan gamolan oleh Rektor Unila (kanan) dan Kabiro Humas dan Protokol Bayana, Sabtu, 15/10/2016. | Humas Pemprov Lampung

PEMBUKAAN Teknokra Jejama 2016 dengan pemukulan gamolan oleh Rektor Unila (kanan) dan Kabiro Humas dan Protokol Bayana, Sabtu, 15/10/2016. | Humas Pemprov Lampung

Bandar Lampung – Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof Hasriadi Mat Akin membuka rangkaian kegiatan Teknokra Jejama 2016 kemarin, Sabtu, 15/10/2016. Yakni workshop ‘Writerpreneur’ di Auditorium Perpustakaan kampus setempat.

Selaku Rektor Unila, Hasriadi Mat Akin menyambut baik keberadaan pers mahasiswa sebagai kontrol sosial para birokrat kampus. Dia menekankan, persma yang sedang belajar dunia jurnalistik harus lebih pintar dalam mengolah pemberitaan.

“Jangan sampai menghasilkan berita yang tidak seimbang. Fungsi dari pers bukan hanya sekedar mencari sensasi dan hanya membuat opini agar menarik dan laku di pasaran. Jadi wartawan, jangan sampai terjebak oleh bad news is a good news,” katanya dalam rilis yang diterima duajurai.com, Minggu, 16/10/2016.

Kegiatan yang diselenggarakan Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra itu dibuka dengan pemukulan gamolan (alat musik khas Lampung) oleh Rektor Unila, kemudian Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Karomani, Kabiro Humas dan Protokol Bayana mewakili Gubernur Lampung, dan Pemimpin Umum UKPM Teknokra Kurnia Mahardika).

Workshop menghadirkan Rulli Narullah sebagai pemateri yang menyampaikan tentang digital writerpreneur. Blogger yang sudah menerbitkan 300 buku itu mengatakan, dengan android, segala informasi dapat diakses dengan mudah dan cepat. Menurutnya, kemajuan teknologi dapat dijadikan sebagai peluang bisnis bagi para penulis.

“Menjadi seorang penulis, dapat menghasilkan rupiah. Kunci utama terletak pada sebuah tulisan yang memiliki pembeda. Berpikirlah hal yang tak biasa. Yang tidak pernah dipikirkan orang lain. Supaya tulisan tidak membosankan,” paparnya di sela-sela materi.

Kegiatan diikuti oleh 25 peserta Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional yang berasal dari pers mahasiswa se-Indonesia, dan 76 peserta workshop.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top