Sidang Perdana, Ini Kronologis Pembuangan Mayat M Pansor yang Dibacakan Jaksa Penuntut (2-habis)


JAKSA penuntut umum Agus Priambodo (kiri) saat membacakan dakwaannya di PN Tanjungkarang, Senin, 10/10/2016. | Imelda Astrai/duajurai.com
JAKSA penuntut umum Agus Priambodo (kiri) saat membacakan dakwaannya di PN Tanjungkarang, Senin, 10/10/2016. | Imelda Astrai/duajurai.com

Bandar Lampung – Jaksa penuntut umum Agus Priambodo dalam pembacaan dakwaanya mengatakan, setelah melalui perjalanan dari Bandar Lampung, Tarmidi dan Brigadir Medi Andika tiba di Jalan Lintas Muaradua, Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan pada Sabtu, 16/4/2016, sekitar pukul 01.00 WIB.

Terdakwa Tarmidi disuruh berhenti oleh saksi Medi Andika di salah satu jembatan. Lalu Medi turun dari mobil dan menyuruh terdakwa membuka bagasi belakang dengan kalimat “buka bagasi belakang“. Setelah itu, Medi menuju bagasi dan menurunkan satu kardus segi empat yang berisi potongan mayat M Pansor.

“Selanjutnya, Medi meletakkan kardus berisi potongan mayat tersebut di pinggir jalan di tengah jembatan pertama. Kemudian terdakwa disuruh oleh Medi untuk memutar balik arah mobil,” ujarnya pada sidang perdana kasus mutilasi M Pansor di PN Tanjungkarang, Senin, 10/10/2016.

Sekitar jarak 20 meter dari tempat Medi membuang kardus potongan mayat pertama, Tarmidi kembali ke jembatan itu, tapi kardus tersebut sudah tidak ada. Kemudian Tarmidi disuruh Medi menjalankan mobil ke arah jembatan kedua.

Sesampainya di sana, Tarmidi disuruh Medi berhenti di pinggir jalan, tepat di tengah jembatan.
” Medi turun dan menyuruh Tarmidi kembali membuka bagasi belakang. Medi berjalan ke arah bagasi belakang dan menurunkan satu kardus lagi yang berisi potongan mayat dari dalam mobil,” terangnya.

Kemudian, Medi menuangkan bensin dan membakar kardus tersebut. Tarmidi kembali disuruh memutar arah mobil dengan jarak lebih kurang 20 meter dari jembatan kedua, tempat Medi menurunkan dan membakar kardus kedua.

Terdakwa kembali ke jembatan kedua, namun Tarmidi tidak melihat lagi kardus yang diturunkan dan dibakar oleh Medi. Setelah itu, keduanya balik menuju arah Bandar Lampung.

Tarmidi dan Medi pulang dari Martapura pada Selasa, 19 April 2016 sekitar pukul 19.30 WIB. Di rumah Medi, di Perumahan Permata Blok Nomor 4 Sukarame, Bandar Lampung, Tarmidi diberi jam tangan merk Seiko berwarna putih stenlis, lis pinggir berwarna merah dan biru dongker kehitaman.

“Berdasarkan keterangan saksi Umi Kalsum (istri M Pansor), jam tangan yang diterima terdakwa dari saksi Medi Andika tersebut adalah jam tangan milik M Pansor,” bebernya.(*)

Baca Sidang Perdana, Ini Kronologis Pembuangan Mayat M Pansor yang Dibacakan Jaksa Penuntut (1)

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

PN Tanjungkarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia

JAKARTA, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang meraih penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian Pendayagunaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *