Jadi Terdakwa Mutilasi Anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor, Tarmidi Jalani Sidang Perdana


TARMIDI (kanan) tengah menjalani sidang perdana di PN Tanjungkarang, Senin, 10/10/2016. | Imelda Astrai/duajurai.com

TARMIDI (kanan) tengah menjalani sidang perdana di PN Tanjungkarang, Senin, 10/10/2016. | Imelda Astrai/duajurai.com

Bandar Lampung – Terdakwa mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor, Tarmidi (30) alias Adek Kumala, alias Lukman menjalani sidang perdana sore tadi, Senin, 10/10/2016. Sedangkan tersangka lain, yakni Brigadir Medi masih dalam proses pelimpahan berkas.

Jaksa Penuntut Umum Agus Priambodo membacakan dakwaannya di hadapan Pemimpin Sidang Hakim Ketua Mina Noer Rachmat. Agus mendakwa Tarmidi dengan Pasal 480 KUHP Ayat Ke-1 tentang Penadahan dan Pasal 181 KUH Pidana tentang Membuang Mayat Jo Pasal 56 ke-1 KUH Pidana.

Agus membacakan dakwaannya bahwa pada 19 April 2016 lalu, Tarmidi berada di rumah Medi Andika di Perumahan Permata Biru blok C 15 nomor 4 Sukarame, Bandar Lampung.

“Tarmidi telah membeli, menyewa, menerima gadai, menerima hadiah atau menarik keuntungan, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadaikan, mengangkut, menyimpan atau menyembunyikan sesuatu benda yang diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa diperoleh dari kejahatan penadahan,” kata Agus.

Pansor ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kawasan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, pada 19 April 2016. Sewaktu ditemukan, tubuh politikus PDI Perjuangan itu sudah tak utuh. Hanya kepala, kedua kaki, dan tangan.

Enam hari kemudian, pihak keluarga melaporkan kehilangan Pansor ke Polda Lampung pada 25 April lalu. Waktu itu, yang melapor adalah Umi Kalsum, istri almarhum. Satu bulan kemudian, Polda Sumatera Selatan mengumumkan bahwa potongan tubuh manusia di OKU Timur adalah Pansor.(*)

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top