Ingin Jadi Pramugari, RL Warga Bandar Lampung Tertipu Puluhan Juta


Ilustrasi pramugari | ist
Ilustrasi pramugari | ist

Bandar Lampung – Seorang warga Bandar Lampung berinisial RL mengaku korban penipuan dari Lembaga Pendidikan Pelatihan Penerbangan Indonesia (LP2PI). Pasalnya, dia tak kunjung bekerja sebagai pramugari kendati telah menyetorkan uang lebih dari Rp20 juta.

“Saya rasa ini sudah penipuan. Karena setelah saya setorkan uang puluhan juta, lembaga itu sampai sekarang tidak memberikan yang dijanjikan, yaitu pelatihan selama enam bulan dan jaminan mendapatkan kerjaan sebagai pramugari di maskapai penerbangan,” kata RL kepada duajurai.com, Kamis, 6/10/2016.

Dia mengaku telah menyetorkan uang sebesar Rp23,5 juta pada awal pendaftaran. Kemudian, setelah mendapatkan pelatihan selama dua bulan, lembaga tersebut menghentikan pelatihan. Lalu, meminta RL menyetorkan uang Rp5 juta. Alasannya, untuk biaya mendaftar ke maskapai penerbangan Sriwijaya di Jakarta.

“Setelah bayar Rp5 juta, saya bersama lima orang peserta didik lainnya ikut ke Jakarta. Di sana, kami dibawa ke sebuah kantor, lalu dinilai untuk menentukan maskapai yang cocok. Tapi, yang bawa berkas lamarannya ke maskapai pihak LP2PI. Setelah itu, saya balik ke Lampung. Katanya, suruh tunggu panggilan, tapi sampai sekarang tak ada kabar,” ujarnya.

RL mendaftar pada Mei 2016 lalu. Kemudian, dia mendapat pelatihan, dan berangkat ke Jakarta pada Juli. Setelah itu, RL tak menerima kabar apapu dari LP2PI. Bahkan, ketika dia mendatangi kantor LP2PI di Yayasan Taman Siswa (Tamsis), Bnadar Lampung, ternyata kantor telah tutup sejak beberapa bulan lalu. “Saya datangi kantornya di Tamsis. Rupanya sudah tutup. Saya hubungi stafnya, katanya memang sudah tutup lembaganya,” kata dia.

RL melanjutkan, pada 4 Oktober lalu, seorang pria bernama Ahmad Fauzi yang mengaku dari LP2PI menghubungi dirinya. Ahmad meminta RL untuk mengirimkan uang lagi sebesar Rp350 ribu. Dalihnya, untuk memasukkan lamaran kerja RL ke Maskapai Lion Air. RL pun menuruti permintaan Ahmad. “Tapi, sepertinya saya tertipu lagi. Sebab, dia tak mau diajak ketemuan, dan hanya bilang untuk menunggu,” ujar RL.(*)

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

PN Tanjungkarang Raih Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia

JAKARTA, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang meraih penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian Pendayagunaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *