Diamankan Polda Lampung Lantaran Dokumen Palsu, Nur Asih Gagal ke Malaysia


NUR Asih (berbaju merah) bersama 52 calon TKW ilegal lainnya diamankan Polda Lampung di di Graha Wiyono, Senin, 3/10/2016. | Imelda Astari/duajurai.com
NUR Asih (berbaju merah) bersama 52 calon TKW ilegal lainnya diamankan Polda Lampung di di Graha Wiyono, Senin, 3/10/2016. | Imelda Astari/duajurai.com

Bandar Lampung – Salah satu calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) ilegal yang diamankan Kepolisian Daerah (Polda) Lampung adalah Nur Asih (32).  Warga Cianjur Jawa Barat ini mengaku tak mengetahui proses yang ia jalani untuk bekerja di luar negeri adalah ilegal.

Dia dijanjikan bekerja di luar negeri dengan gaji di atas Rp3 juta per bulan dan terima beres soal dokumen keberangkatannya ke Malaysia. “Saya ditawari kerja oleh seorang sponsor. Dijanjikan gaji Rp3 juta. Kerjanya jadi asisten rumah tangga. Tapi memang enggak ada pelatihan-pelatihan dahulu sebelumnya,” kata Nur saat diwawancarai di Graha Wiyono Markas Polda Lampung, Senin, 3/10/2016.

Nur yang sebelumnya bekerja sebagai karyawan toko di Jakarta tergiur dengan iming-iming agen pencari calon TKI tersebut. Setelah mendapat izin dari suami dan kedua anaknya, dia bersedia berangkat ke negeri jiran. “Saya enggak dimintain duit oleh sponsor itu. Katanya nanti sistemnya potong gaji selama 6 bulan untuk ganti biaya keberangkatan ini,” jelasnya.

Nur yang percaya pada si agen kemudian dibawa ke Lampung untuk mengurus paspor. Namun setibanya di Bumi Ruwa Jurai, Nur merasa sedikit kaget lantaran semua dokumennya sudah siap.

Baca Polda Lampung Gagalkan 53 Calon TKW Ilegal Saat Proses Buat Paspor Palsu

Di Bandar Lampung, dia bertemu dengan 53 calon TKW lainnya yang ditempatkan di satu rumah (belakangan diketahui adalah rumah biro pembuatan paspor). “Dari Cianjur, saya singgah di Jakarta, tapi tidak menginap, langsung dibawa ke Lampung, paginya ke kantor Imigrasi Bandar Lampung untuk buat paspor,” ujar ibu dua anak itu.

Polda Lampung menggagalkan rencana pengiriman 53 calon TKW illegal, setelah menemukan dokumen yang digunakan untuk membuat paspor berupa identitas palsu dan alasan permohonan direkayasa. Dalam kasus ini, polisi mengamankan satu tersangka berinisial WN (41), biro pengurusan pembuatan paspor di Bandar Lampung.(*)

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Zainudin Hasan Dihukum 12 Tahun Penjara-Uang Pengganti Rp66,7 Miliar

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Majelis hakim PengadilanTipikor Tanjungkarang menghukum Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *