Dosen Darmajaya Lampung Latih Warga Sulap Sampah Jadi Kerajinan Tangan


WARGA Desa Taman Sari, Kelurahan Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, memperlihatkan hasil kerajinan yang diolah dari sampah anorganik. Mereka diajari dosen IBI Darmajaya mengolah sampah menjadi kerajinan tangan bernilai jual. | Humas IBI Darmajaya
WARGA Desa Taman Sari, Kelurahan Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, memperlihatkan hasil kerajinan yang diolah dari sampah anorganik. Mereka diajari dosen IBI Darmajaya mengolah sampah menjadi kerajinan tangan bernilai jual. | Humas IBI Darmajaya

Bandar Lampung – Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya, Chairani dan Sulyono, melatih ibu-ibu rumah tangga di Desa Taman Sari, Kelurahan Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, menyulap sampah plastik, kaleng, kardus, dan lainnya menjadi kerajinan tangan yang cantik dan bernilai jual. Pelatihan ini merupakan bentuk implementasi dari hibah pengabdian masyarakat program IPTEK bagi Masyarakat (IbM) yang dimenangkan Chairani dan Sulyono.

“Kami juga mengalokasikan hibah ini dalam bentuk pengadaan 20 unit kotak sampah untuk Desa Taman Sari. Harapannya, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan. Pelatihan ini juga bertujuan melatih skill ibu rumah tangga untuk berkreativitas mengolah sampah yang tidak berguna menjadi produk kerajinan bernilai jual,” kata Sulyono dalam rilis yang diterima duajurai.com, Jumat, 30/9/2016.

Dia mengatakan, pihaknya berencana menjalin mitra dengan usaha yang dapat menampung dan memasarkan produk kerajinan tangan dari pengolahan sampah anorganik tersebut. Selain itu, juga membuat blog dan mengenalkan ibu rumah tangga Desa Taman Sari tentang teknologi informasi, khususnya e-commerce.

“Jadi, produk ini tak hanya dipromosikan secara konvensional, tetapi juga secara online. Sehingga, jangkauan pasarnya lebih luas. Mudah-mudahan bisa menjadi penghasilan tambahan untuk membantu perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, Chairani dan Sulyono melatih para ibu rumah tangga mengolah sampah anorganik menjadi berbagai produk. Mereka diajari cara membuat barang bernilai jual dari sampah, seperti kotak pensil, pot bunga hias, lampu hias, sapu, dompet, dan paper bag.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Pertemuan Arinal-La Nyalla Perkuat Kemitraan untuk Percepatan Pembangunan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi berharap, pertemuannya dengan Ketua DPD RI La …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *