DPRD dan Orang Dekat Harus Ingatkan Herman HN Stop Rencana Bangun Flyover MBK dan Unila


IB Ilham Malik | Facebook

IB Ilham Malik | Facebook

Bandar Lampung – Ahli transportasi dari Universitas Bandar Lampung (UBL) Ida Bagus Ilham Malik meminta DPRD Bandar Lampung menolak rencana pemerintah setempat membangun dua jalan layang (flyover) baru. Keduanya masing-masing menghubungkan Jalan Teuku Umar-Jalan ZA Pagaralam (persimpangan Mal Boemi Kedaton), dan pertigaan Jalan ZA Pagaralam-Jalan Sumantri Brojonegoro (persimpangan Universitas Lampung).

“Saya menilai gagasan flyover di MBK itu harus disikapi dengan penolakan oleh DPRD kota. Saya prihatin pihak DPRD bisa meloloskan program itu,” kata Ilham Malik yang sedang berada di Jepang saat dihubungi duajurai.com, Jumat, 23/9/2016.

“Kota Bandar Lampung memang harus membenahi lalu lintasnya. Tapi tidak sepantasnya jika caranya dengan pembanguann flyover di mana-mana. Hal itu hanya seakan-akan menyelesaikan masalah, padahal masalah itu akan selalu datang,” lanjut mahasiswa Program Doktoral Bidang Urban Planning di The University of Kitakyushu, Jepang ini.

Menurut Ilham, alih-alih mengurai kemacetan, kebijakan Wali Kota Herman Hasanusi membangun flyover baru malah akan menimbulkan masalah besar pada tata ruang dan lalu lintas kota.

“DPRD harus mencabut persetujuannya jika memang mereka peduli dan paham. Semua elemen yg yang dekat dengan Wali Kota pun perlu mengingatkan beliau soal ini. Ini demi masa depan kota kita. Pembangunan flyover di MBK, juga flyover dan underpass di Unila hanya akan memberikan beban dan masalah pada kota di masa yang akan datang,” tegasnya.

Dalam berbagai kesempatan Herman HN mengatakan, pihaknya berencana kembali membangun dua flyover yang menghubungkan Jalan Teuku Umar-Jalan ZA Pagaralam, dan pertigaan Jalan ZA Pagaralam-Jalan Sumantri Brojonegoro. Ada pula rencana membangun flyover di Jalan Pramuka-Jalan Cik Ditiro, lalu underpass di persimpangan Unila, serta underpass di pertigaan Jalan Pramuka.

Saat ini, Pemkot Bandar Lampung tengah melaksanakan pembangunan flyover yang menghubungkan Jalan Gajah Mada-Jalan Antasari sepanjang sekitar 300 meter.

Sejauh ini, sudah bediri empat flyover di Bandar Lampung. Keempatnya berada di Jalan Ki Maja-Ratu Dibalau, Jalan Sultan Agung-Mayjend Ryacudu, Jalan Antasari-Tirtayasa, dan Jalan Gajah Mada-Djuanda.(*)

Duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


One thought on “DPRD dan Orang Dekat Harus Ingatkan Herman HN Stop Rencana Bangun Flyover MBK dan Unila”

  1. Bener bae mang!! Lanjut teruss Mang Herman!!
    Flyover, underpass itu pengurai kemacetan.
    Naikkan dulu gred Kota Bandar Lampung ini mang,
    Gek thn 2020 pacak lobby beli LRT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top