Pemkot Bandar Lampung Diminta Rekayasa Lalu Lintas di Bawah Flyover Gajah Mada


SEJUMLAH pengendara melintas di bawah jembatan layang Jalan Gajah Mada, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, Selasa, 20/9/2016. Pemerintah setempat diminta merekayasa lalu lintas di sana karena kawasan tersebut tak dilengkapi markah jalan. | Imelda Astari/duajurai.com
SEJUMLAH pengendara melintas di bawah jembatan layang Jalan Gajah Mada, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, Selasa, 20/9/2016. Pemerintah setempat diminta merekayasa lalu lintas di sana karena kawasan tersebut tak dilengkapi markah jalan. | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung diminta merekayasa lalu lintas di bawah jembatan layang (flyover) Jalan Gajah Mada, Tanjungkarang Timur. Pasalnya, ketidaan rambu di sana membuat pengendara bingung dan menyebabkan kecelakaan.

“Harus ada rekayasa lalu lintas di sana. Pemerintah mesti mengkaji lagi rekayasa lalu lintas di bawah flyover itu (Jalan Gajah Mada),” kata Rahayu Sulistyorini, pengamat transportasi dari Universitas Lampung (Unila), saat dihubungi di Bandar Lampung, Selasa siang, 20/9/2016.

Menurutnya, rekayasa lalu lintas di bawah jembatan layang Jalan Gajah Mada bisa dengan menutup beberapa segmen. Hal itu sebagai pemisah arah, sehingga pengendara tidak bingung. “Tidak cukup dengan pemberian rambu-rambu atau petunjuk arah. Sebab, di sana itu merupakan salah satu titik yang bermasalah di Bandar Lampung,” ujarnya.

Rahayu berpendapat, bila pemerintah setempat menempatkan petugas di sana, maka itu solusi yang bagus. Namun, bukan tindakan yang tepat. “Penjagaan petugas itu bagus, tapi mau sampai kapan? Yang bagus itu bukan penjagaan, tapi rekayasa lalu lintas ulang,” kata dia.(*)

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Subuhan Berjemaah di Masjid Al Furqon Sukarame, Remaja 19 Tahun Raih Umrah Gratis

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Masih ingat dengan masjid Al Furqon di Jalan Kusuma Bangsa, Gang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *