Menteri Asman Apresiasi Program SOS Panic Button Polda Lampung


MENTERI PAN-RB Asman Abnur (kemeja putih pakai jam tangan) dan Ketua MPR Zulkifli Hasan (berkacamata) mengunjungi Ruang Call Center Polda Lampung, Selasa lalu, 13 September 2016. Dalam kunjungan tersebut, Asman mengapresiasi Program SOS Panic Button Polda Lampung karena membuat masyarakat merasa aman dengan kehadiran polisi. | Situs Kemenpan-RB
MENTERI PAN-RB Asman Abnur (kemeja putih pakai jam tangan) dan Ketua MPR Zulkifli Hasan (berkacamata) mengunjungi Ruang Call Center Polda Lampung, Selasa lalu, 13 September 2016. Dalam kunjungan tersebut, Asman mengapresiasi Program SOS Panic Button Polda Lampung karena membuat masyarakat merasa aman dengan kehadiran polisi. | Situs Kemenpan-RB

Duajurai.co, Bandar Lampung – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur mengapresiasi Program SOS Panic Button Polda Lampung. Melalui aplikasi SOS Panic Button, masyarakat Lampung dapat merasa aman oleh kehadiran anggota kepolisian.

“Program ini merupakan terobosan milik Polda Lampung untuk menanggapi aduan masyarakat yang melihat kejahatan di suatu lokasi. Dengan menekan tombol pada aplikasi SOS, dalam satu menit polisi akan tiba di tempat kejadian perkara,” kata Asman, seperti dikutip dari situs Kemenpan-RB, Kamis, 15/9/2016.

Dia mengatakan, pelayanan dari pihak kepolisian kepada masyarakat mesti 24 jam nonstop. Dengan aplikasi tersebut, aparat yang berada di rumah tetap bisa melayani masyarakat. “Saya berharap, seluruh kapolres berlomba-lomba menciptakan inovasi dalam hal pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin menyatakan, masyarakat yang menekan tombol SOS akan diketahui datanya. Sehingga, tidak bisa digunakan untuk main-main. “Hal ini untuk mengantisipasi adanya oknum yang menyalahgunakan aplikasi tersebut,” kata dia.(*)

duajurai.co, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Sekretaris Jampidsus: 132 PNS di Lampung Terlibat Korupsi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak 132 pegawai negeri sipil (PNS) di Provinsi Lampung terlibat kasus korupsi. Mereka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *