Soal Pedagang PKOR Way Halim, FKPUK Pertanyakan Surat Peringatan Pemprov Lampung


Duajurai.com, Bandar Lampung – Forum Koordinasi Pedagang/Usaha Kecil (FKPUK) PKOR Way Halim mempertanyakan surat peringatan Pemprov Lampung ihwal relokasi pedagang di kawasan setempat. Sebab, surat peringatan untuk mengosongkan PKOR Way Halim hanya ditujukan kepada perorangan.

“Apapun aktivitas pedagang di dalam kompleks ini (PKOR) termasuk anggota kami. Harusnya pemprov memberikan surat peringatan ke FKPUK, bukan kepada pedagang secara perorangan,” kata Ketua FKPUK PKOR Way Halim Ahmad Arifin kepada duajurai.com, kemarin.

Sementara itu, Sabukri (54), pemilik kedai kopi nonpermanen di kawasan PKOR Way Halim, mengaku tidak tahu tentang FKPUK. Meski demikian, dia pasrah bila memang pemerintah setempat akan menertibkan pedagang di kompleks tersebut. “Kalau ada penertiban ya saya menurut saja yang penting ada tempat relokasi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Nuraila (46). Perempuan yang menjual minuman kopi itu juga pasrah bila memang direlokasi dari kawasan PKOR Way Halim. “Kami kan cuma menumpang di sini (PKOR Way Halim). Jadi, kalau yang punya lahan minta pindah ya kami menurut saja,” kata dia.

Pemprov Lampung telah memberikan surat peringatan ketiga kepada pedagang di kawasan PKOR Way Halim. Surat peringatan itu ditujukan kepada pedagang warung kopi dan panti pijat. Mereka diminta untuk membongkar bangunan tempat berjualan hingga 6 September. Namun, bangunan para pedagang di sana masih tampak berdiri pada 9 September 2016.(*)

Baca juga Hingga Batas Akhir, Bangunan Pedagang PKOR Way Halim Masih Berdiri

Laporan Sayida Ahmad, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *