Kisah Akmal Rosid, Bocah Lumpuh di Sukabumi Bandar Lampung (2-habis)


Akmal Rosid Ilabi (11), bocah lumpuh, mengikuti upacara bendera di sekolahnya, beberapa waktu lalu. | Imelda Astari/duajurai.com
Akmal Rosid Ilabi (11), bocah lumpuh, mengikuti upacara bendera di sekolahnya, beberapa waktu lalu. | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Keluarga Akmal memang punya satu kendaraan motor. Sehingga, setiap hari sang ayah, Sarwono, harus mengantar dan menjemput anak-anaknya ke sekolah satu per satu.

Pertama, Sarwono mengantar anak sulungnya ke SMKN 1 Bandar Lampung di Jalan Pulau Morotai, Sukabumi. Kemudian, dia mengantar si bungsu yang sekolah TK di kawasan Tanjung Senang. Lalu, mengantar Akmal ke Sekolah Insan Mandiri, Jalan Ratu Dibalau, Gang Cempaka 3, Tanjung Senang.

Sampai di depan gerbang sekolah, Sarwono menghentikan motor dan mematikan mesin kendaraan. Dia gendong putranya masuk ke sekolah. Saat itu, sekolah terlihat bersiap untuk melaksanakan upacara bendera. Para murid tampak berbaris rapi meski upacara belum dimulai. Salah seorang guru menyambut kedatangan Akmal, dan guru lainnya dengan sigap menyiapkan sebuah kursi untuk Akmal. Kursi itu ditempatkan di samping agak kebelakang murid kelas Inklusif lainnya.

Akmal memang termasuk dalam kelas Inklusif, yaitu kelas untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Ada belasan anak-anak kelas inklusif yang selalu didampingi sejumlah guru. Mereka tampak selalu diarahkan untuk tetap berada di dalam barisan.

Upacara pun dimulai. Akmal terlihat memakai topi seperti anak lainnya. Dia mengikuti seluruh proses upacara meski duduk di kursi. Dia ikut hormat ketika pengibaran bendera. Bocah itu juga menyimak kala amanat pembina upacara. Sang Ayah tampak tetap berada di dalam sekolah, berdiri dekat Akmal. Ketika upacara hampir selesai, barulah Sarwono pamit kepada salah seorang guru dan meninggalkan sekolah.

Selama upacara, beberapa murid inklusif ada yang tak tahan sengat matahari dan memilih masuk ke kelasnya. Ada juga beberapa yang datang terlambat. Rupanya Akmal tak sendiri melaksanakan upacara dengan duduk di kursi. Ada seorang anak kelas Inklusif lainnya yang juga harus duduk di kursi roda mengikuti upacara. Dia terlihat hadir hampir penghujung  upacara.

Selesai upacara, para guru kelas inklusif sibuk mengarahkan anak-anak masuk kelas. Beberapa anak harus dibantu untuk mencopot sepatunya sebelum masuk kelas, termasuk Akmal. Setelah sepatu Akmal dicopot, dia digendong oleh seorang guru ke dalam kelas, dan memulai pelajaran.(*)

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …