Akmal Rosid, Bocah Lumpuh di Sukabumi Bandar Lampung yang Ingin Jadi Pembalap


Akmal Rosid Ilabi (11) digendong memasuki sekolah, beberapa waktu lalu. Bocah yang tinggal di Perumahan Abdi Negara, Jalan Cendana Blok A Nomor 1, Kelurahan Sukabumi, Bandar Lampung, itu terkena gangguan pada saraf di bagian tulang ekornya, sehingga mengalami kelumpuhan. | Imelda Astari/duajurai.com
Akmal Rosid Ilabi (11) digendong memasuki sekolah, beberapa waktu lalu. Bocah yang tinggal di Perumahan Abdi Negara, Jalan Cendana Blok A Nomor 1, Kelurahan Sukabumi, Bandar Lampung, itu terkena gangguan pada saraf di bagian tulang ekornya, sehingga mengalami kelumpuhan. | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Memiliki keterbatasan fisik tak membuat Akmal Rosid Ilabi berhenti beraktivitas. Bocah 11 tahun itu tetap bersekolah seperti anak pada umumnya.

Akmal saat ini duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar (SD) Insan Mandiri, Bandar Lampung. Dia masuk di kelas inklusif, yakni kelas yang diperuntukkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Siswa yang tinggal di Perumahan Abdi Negara, Jalan Cendana Blok A Nomor 1, Kelurahan Sukabumi, itu ingin sekolah sampai perguruan tinggi.

Disamping itu, Akmal bercita-cita menjadi seorang pembalap. “Suka Valentino Rossi. Akmal mau jadi pembalap,” kata dia kepada duajurai.com, beberapa waktu lalu.

Menurut Sarwono (48), ayah Akmal, putranya terkena gangguan pada saraf di bagian tulang ekornya. Sehingga, Akmal harus menerima kondisi yang tak biasa seperti anak berfisik normal lainnya. “Kami terus berupaya untuk pengobatan Akmal. Sudah pernah diobati di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung, dan beberapa tempat berobat lainnya. Sekarang juga masih proses pengobatan,” ujarnya.

Rencananya, Akmal akan dibawa kembali ke dokter ahli syaraf untuk berobat. Bocah laki-laki itu terdaftar sebagai penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga bisa berobat gratis.
“Pekerjaan saya sebelumnya buruh serabutan, belum lama ini mencoba wirausaha kecil-kecilan membuat reklame,” kata Sarwono.

Beruntung pula, ada seorang dermawan yang berbaik hati menjamin biaya sekolah anak kedua dari tiga bersaudara itu. Sehingga, Akmal bisa dengan tenang menjalani pendidikan formal tanpa terbentur biaya. “Kendalanya hanya pada fisik. Secara nalar cukup baik menerima pelajaran-pelajaran yang diberikan meski tidak sebaik anak normal. Selain itu, Akmal juga tangannya gemetar kalau menulis, jadi mesti pelan-pelan mengajarinya,” ucap dia.(*)

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …