Diskusi Facebook dengan IB Ilham Malik, Wakil Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar: Manajernya Merasa Bisa dan Pintar Sendiri


IB Ilham Malik-Yusuf Kohar
IB Ilham Malik-Yusuf Kohar

Duajurai.com, Bandar Lampung – Wakil Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar mengirimkan sinyal adanya masalah dalam komunikasinya dengan Wali Kota Herman Hasanusi. Kesan ini setidaknya tersirat dalam “diskusinya” dengan ahli transportasi Ida Bagus Ilham Malik di wall Facebook Pemimpin Redaksi duajurai.com Juwendra Asdiansyah, Minggu lalu, 21/8/2016.

Saat membalas komentar Ilham, Yusuf Kohar mengatakan, “Kalau manajernya nggak mau mendengar pendapat orang lain, gimana Pak Ilham. Merasa bisa dan pintar sendiri, gimana…?”

Keduanya berbalas komentar menanggapi berita duajurai.com berjudul Pembongkaran Median-Taman Pusat Kota, IB Ilham Malik: Bandar Lampung Perlu Perda Lalu Lintas yang link-nya dibagikan via Facebook Juwendra dan di-tag ke Ilham Malik. Berita tersebut berisi usul Ilham agar DPRD dan Pemkot Bandar Lampung menyusun peraturan daerah (perda) lalu lintas dengan mengacu kepada Tatanan Transportasi Lokal (Tatralok) dan Rencana Induk Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RIJ-LLAJ) Kota Bandar Lampung.

Usulan dosen UBL ini terkait pembongkaran median di Jalan Kartini dan taman dekat Tugu Juang oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung yang dilakukan pada Jumat, 19/8/2016. Pembongkaran dilakukan berdasarkan rekomendasi Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto Iskandar dalam Surat Nomor AJ.401/II/X/ORJD/2016 tertanggal 16 Agustus 2016.

Pembongkaran tersebut disambut gembira warga masyarakat Bandar Lampung. Sebabnya, sejak ditutupnya akses untuk belok ke kawasan Kotaraja dan Jalan Raden Intan tersebut oleh Herman HN pada Februari 2016 lalu lintas di pusat kota malah semrawut dan kemacetan semakin parah.

Baca Median-Taman Pusat Kota Bandar Lampung Dibongkar, Warga: Alhamdulillah, Senangnya Kayak Lebaran

Berikut cuplikan berbalas komentar di Facebook antara Ilham Malik dan Yusuf Kohar.

IB Ilham Malik Bang Yusuf Kohar, sedbagai wakil wali kota abang mesti turun gunung ini memanajemen kondisi supaya kebijakan transport menjadi baik…

Yusuf Kohar Yang jelas pemerintahan one group. Kalau kita jadi kepala daerah dalam memutuskan sesuatu harus melalui pertimbangan yang matang dan sempurna. Semua masukan baik internal pemrintah kota dan dari luar, maupun informasi lingkaran strategis, perlu dikodok jadi satu, baru kebijaksanaan diputuskan. Di dalam internal pemda harus diajak bicara, koordinasi dan komunikasi. Ada Walikota, ada Wakil Walikota, ada Sekda, ada Asisten , ada Staf Ahli, ada dinas yang terkait….baru kebijaksanaannya tanggung jawab Pemda Kota Bandar Lampung secara keseluruhan. Saya yakin pembangunan akan sempurna bukan hanya tergantung pada Walikota semata……

IB Ilham Malik Kota dan Pemerintah Kota memang sedang membutuhkan manager kota yang handal Bang Yusuf Kohar

Yusuf Kohar Kalau Manajernya nggak mau mendengar pendapat orang lain, gimana Pak Ilham. Merasa bisa dan pintar sendiri, gimana……..?

IB Ilham Malik Bang Yusuf Kohar, sepertinya abang mesti tetap “ngotot” saja dan masuk ke ranah kebijakan dan teknis supaya perubahan mendasar itu bisa terjadi. Toh tidak ada yang bisa menghentikan abang juga dari posisi sekarang. Dan, ini juga investasi kota dalam artian teknis, administartif, dan juga politik.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Kawal Demo di Gakkumdu Lampung, Ratusan Polisi Bentuk 4 Lapis Pengamanan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ratusan polisi yang melakukan penjagaan aksi demonstrasi di depan kantor Gakkumdu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *