Tersangka Pembunuh Pansor Oknum Polisi, Kapolda Lampung Pernah Sebut Motif Utang Piutang


Anggota DPRD Bandar Lampung Muhammad Pansor | ist
Anggota DPRD Bandar Lampung Muhammad Pansor | ist

Duajurai.com, Bandar Lampung – Polda Lampung telah menetapkan dua tersangka pembunuhan disertai mutilasi terhadap anggota DPRD Bandar Lampung Muhammad Pansor. Salah satu dari tersangka merupakan anggota Polresta Bandar Lampung Brigadir Medi. Sedangkan satu lagi, Tarmizi alias Dede, karyawan salah satu kedai makan di kawasan Way Halim.

Meski begitu, masih belum diketahui peran masing-masing tersangka. Selain itu, juga belum diketahui alasan tersangka menghabisi nyawa politikus PDI Perjuangan itu. “Saat ini masih pendalaman. Kami masih mengumpulkan bukti-bukti dan saksi lainnya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Komisaris Besar Zarialdi saat dihubungi duajurai.com, Kamis, 28/7/2016.

Sebelumnya, Kapolda Lampung pernah menyampaikan dugaan motif perkara Pansor. Keduanya, persoalan utang piutang atau masalah pribadi (wanita). “Kami baru mengembangkan kemungkinan dua motif antara persoalan utang piutang atau hal lain,” ujar Ike saat pembukaan apel gelar pasukan Operasi Patuh, Senin lalu, 16 Mei 2016.

Baca Kapolda Lampung: Motif Hilangnya Pansor Utang Piutang dan Wanita

Pansor ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kawasan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, pada 19 April 2016. Sewaktu ditemukan, tubuh wakil rakyat itu sudah tak utuh. Hanya kepala, kedua kaki, dan tangan.

Enam hari kemudian, pihak keluarga melaporkan kehilangan Pansor ke Polda Lampung pada 25 April lalu. Waktu itu, yang melapor adalah Umi Kalsum, istri almarhum. Satu bulan kemudian, Polda Sumatera Selatan mengumumkan bahwa potongan tubuh manusia di OKU Timur adalah Pansor.(*)

Baca juga Mengapa Polda Lampung Tak Segera Ekspose Pembunuh Pansor?

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Sekretaris Jampidsus: 132 PNS di Lampung Terlibat Korupsi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak 132 pegawai negeri sipil (PNS) di Provinsi Lampung terlibat kasus korupsi. Mereka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *