300 Anak Bekerja di Perkebunan Karet Tulangbawang Barat Lampung Tanpa Upah


Ilustrasi pekerja anak | ist
Ilustrasi pekerja anak | ist

Duajurai.com, Bandar Lampung – Lembaga Advokasi Anak (Lada) Lampung menyatakan, sebanyak 300 anak bekerja di perkebunan karet di Kabupaten Tulangbawang Barat. Mereka bekerja dari subuh dan tidak mendapat upah.

“Mereka bekerja untuk membantu orangtuanya dan tidak mendapatkan upah. Sebab, yang tercatat sebagai buruh di perusahaan karet PT Huma Indah Mekar (HIM) adalah orangtuanya,” demikian tertulis dalam situs Lada yang dikutip pada Kamis, 28/7/2016.

Lada mengatakan, pekerjaan yang dibebankan kepada anak cenderung sama dengan yang dilakukan orangtua. Mereka bekerja dari pukul 04.00 WIB hingga menjelang sekolah. Selain itu, jarak tempat bekerja relatif jauh dari pemukiman dan rawan dari serangan binatang buas. “Ini mengancam keselamatan jiwa mereka,” ujar Lada.

Menurut Lada, akses sekolah dari tempat pemukiman sekitar lima kilometer. Alat transportasi di sana hanya sepeda. Sepulang sekolah mereka kembali bekerja mencuci mangkuk getah karet. “Jauhnya akses pendidikan dan terbantunya pekerjaan orangtua menjadikan orangtua cenderung abai terhadap hak pendidikan anak. Pelanggaran hak anak ini tanpa disengaja telah mengkristal di tengah kehidupan masyarakat,” kata Lada.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *