ICW: 71% Terdakwa Korupsi Dapat Hukuman Ringan


Sekretariat ICW | ist
Sekretariat ICW | ist

Duajurai.com, Bandar Lampung – Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi masih memberikan vonis ringan terhadap terdakwa korupsi di Indonesia.

Peneliti Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Aradila Caesar mengatakan, kategori ringan dalam vonis terdakwa berkisar dari kurang dibawah satu tahun hingga empat tahun masa hukuman. Hasil penelusuran ini dilakukan selama Januari sampai Juni 2016. “Dari 325 perkara, terdapat 384 terdakwa yang 71% mendapatkan vonis hukuman ringan,” kata Caesar, seperti dilansir CNN Indonesia, Sabtu, 23/7/2016.

Dia melanjutkan, rata-rata tuntutan penuntut umum sepanjang semester pertama tahun 2016 adalah 40 bulan atau 3 tahun 4 bulan. Bahkan, berdasarkan hasil penelusuran ICW, pemberian vonis hukuman ringan ini sudah terjadi sejak 2012.

Tak hanya dari penuntut umum, vonis yang diberikan oleh hakim cenderung menggunakan ancaman minimal pada Pasal 2 dan Pasal 3 dalam UU Tipikor. Ancaman minimal pada Pasal 2 minimal hukuman penjara 4 tahun. Sedangkan untuk pasal 3, hukuman penjara minimal 1 tahun.

Selain itu, hukuman pidana terhadap koruptor juga seringkali diikuti dengan hukuman ganti rugi atas kerugian negara. Adapun selama satu semester ini negara mengalami kerugian Rp1,499 triliun dari 325 perkara. Meski demikian, ganti rugi hanya sejumlah Rp456 miliar. “Vonis pidana ringan seringkali juga diikuti dengan denda yang tidak banyak jumlahnya,” ujar dia.

Berdasarkan data yang diperoleh ICW selama semester 1 2016, sebanyak 37 terdakwa mendapatkan hukuman sedang, yakni 4 sampai 10 tahun. Tujuh terdakwa dengan hukuman berat diatas 10 tahun penjara, dan 46 terdakwa dibebaskan.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Sidang Putusan, Wajah Zainudin Hasan Terlihat Murung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang kembali menggelar sidang korupsi proyek di Dinas Pekerjaan …