Rokok Kretek Sumbang Kemiskinan Terbesar Kedua di Lampung


KONFERENSI Pers BPS Lampung di kantornya, Jalan Basuki Rahmat, Senin, 18/7/2016. | Imelda Astari/duajurai.com
KONFERENSI Pers BPS Lampung di kantornya, Jalan Basuki Rahmat, Senin, 18/7/2016. | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Angka kemiskinan di Lampung mengalami kenaikan 68,9 ribu jiwa pada Maret 2016. Komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan Maret 2016  adalah beras.

Sedangkan di urutan kedua, ada rokok kretek memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan di Lampung. “Di Lampung ini, sebagian besar masyarakatnya adalah perokok. Tidak hanya di pedesaan, tapi juga di perkotaan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum saat konferensi pers di gedung BPS Lampung, Jalan Basuki Rahmat, Senin, 18/7/2016.

Rokok kretek di daerah perkotaan menyumbang 13,11% kemiskinan, sedangkan di perdesaan sebesar 7,24%. “Seandainya bisa dieliminir, jumlah perokok ini bisa mengurangi angka kemiskinan di Lampung,” ujar Yeane.

Sementara, komoditas nonmakanan yang memberi sumbangan besar untuk garis kemiskinan adalah biaya perumahan, 31,14% di perkotaan, dan 29,71% di pedesaan. Urutan selanjutnya diikuti listrik, bensin, pendidikan, perlengkapan mandi, dan kayu bakar.  “Komoditas nonmakanan menyumbang 24,80%,” imbuhnya. (*)

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Hari Toilet Sedunia, YKWS-Pemkab Pringsewu Gelar Sanitation Goes to Campus

PRINGSEWU, duajurai.co – Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) bersama Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar Sanitation Goes …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *