BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Lampung Tambah 68,9 Ribu Jiwa


KEPALA BPS Lampung Yeane Irmaningrum (tengah) menyampaikan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional di hadapan wartawan, Senin, 18/7/2016. Hasil survei menyebutkan, jumlah penduduk miskin di Lampung bertambah sekitar 68,9 ribu jiwa selama September 2015-Maret 2016. | Imelda Astari/duajurai.com
KEPALA BPS Lampung Yeane Irmaningrum (tengah) menyampaikan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional di hadapan wartawan, Senin, 18/7/2016. Hasil survei menyebutkan, jumlah penduduk miskin di Lampung bertambah sekitar 68,9 ribu jiwa selama September 2015-Maret 2016. | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Angka kemiskinan di Lampung mengalami kenaikan pada Maret 2016. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) terbaru, angka kemiskinan Lampung mencapai 14,29% atau 1.169,60 ribu jiwa.

“Selama periode September 2015-Maret 2016 telah terjadi penambahan jumlah penduduk miskin sekitar 68,9 ribu jiwa. Sebab, pada September 2015, angka kemiskinan Provinsi Lampung masih 13,53% atau 1.100,68 ribu jiwa,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Yeane Irmaningrum saat konferensi pers di kantornya, Bandar Lampung, Senin, 18/7/2016.

Yeane mengatakan, perdesaan menjadi konsentrasi kemiskinan di mana 15,69% penduduknya berkategori miskin. Angka ini setara dengan 936,21 ribu jiwa. Sedangkan di perkotaan, penduduk miskinnya sebanyak 10,53% atau 233,39 ribu jiwa.

Masih menurut Yeane, perkotaan maupun Perdesaan mengalami kenaikan presentase dan jumlah penduduk miskin selama September 2015 hingga Maret 2016. “Di daerah perkotaan bertambah Sekitar 35,4 ribu jiwa (13,77%). Sementara di daerah perdesaan bertambah 33,5 ribu jiwa (4,28%),” ujarnya.

Dia menambahkan, garis Kemiskinan di Lampung pada Maret 2016 sebesar Rp364,922 per kapita per bulan. Angka itu naik 2,28% dibandingkan September 2015. Sekitar 75,20% garis kemiskinan disumbangkan oleh komoditas makanan, share terbesar dari konsumsi beras, rokok, dan telur ayam ras.

“Sedangkan komoditas nonmakanan menyumbang 24,80%. Utamanya dipengaruhi konsumsi perumahan, listrik, dan bensin. Garis kemiskinan di perkotaan lebih tinggi dibanding perdesaan, yakni Rp392.488 berbanding Rp364,922,” kata dia.(*)

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Arinal Djunaidi Lakukan Groundbreaking Saluran Kabel Laut di Pulau Pahawang

PESAWARAN, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Saluran Kabel Laut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *