OASE RAMADAN USTAZ AHMAD JAJULI: Ukhuwah Islamiah


salamanAhmad Jajuli | Anggota DPD/MPR RI asal Lampung

ahmad jajuli putihUkhuwah islamiah adalah sebuah istilah yang menunjukkan persaudaraan antara sesama muslim/mukmin di seluruh dunia tanpa melihat perbedaan kulit, suku, bahasa dan kewarganegaraan.

Dalam Alquran disebutkan: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purbasangka (kecurigaan), karena sebagian dari purbasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang. (QS Alhujurat 49: 10-12)

Dlam HR Muslim disebutkan: ‘Dan jadilah kalian hamba-hamba-ku yang bersaudara, seorang muslim adalah saudara muslim (lainnya)…’’

Yang mengikat persaudaraan itu adalah kesamaan keyakinan atau iman kepada Allah SWT, dan rasul-Nya. Ikatan keimanan ini jauh lebih kokoh dan abadi dibandingkan dengan ikatan-ikatan primordial lainnya, bahkan jauh lebih kuat dibandingkan dengan ikatan darah sekalipun. Supaya ukuwah islamiah dapat tegak dengan kokoh diperlukan sedikitnya empat tiang penyangga, yaitu:

Ta’aruf, yaitu saling mengenal. Tidak hanya ta’aruf fisik atau data ringkas belaka, tapi lebih jauh lagi juga ta’aruf latar belakang pendidikan, budaya, keagamaan, ta’aruf pemikiran, ide-ide, cita-cita, serta ta’aruf problem kehidupan yang dihadapi.

Tafahum, yaitu saling memahami kelebihan dan kekurangan, kekuataan dan kelemahan masing-masing, sehingga segala nacam kesalahpahaman dapat dihindari.

Ta’awun, yaitu tolong menolong. Yang kuat menolong yang lemah, yang mempunyai kelebihan menolong yang kekurangan.

Takaful, yaitu saling memberi jaminan, sehingga menimbulkan rasa aman, tidak ada rasa kekhawatiran dan kecemasan menghadapi hidup ini karena ada jaminan dari sesama saudara untuk memberikan pertolongan.

Dengan keempat tiang persaudaraan di atas, diharapkan umat Islam akan saling mencintai, bahu membahu, tolong-menolong dalam menjalani dan menghadapi tantangan kehidupan. Bahkan mereka sudah menjadi seperti satu batang tubuh yang masing-masing bagian tubuh ikut merasakan penderitaan bagian tubuh lainnya. Dalam beberapa hadis Rasulullah SAW menggambarkan bagaimana persaudaraan sesama muslim tersebut.

Demikianlah ukhuwah islamiah yang seharusnya dapat diwujudkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jangan ukhuwah islamiah yang sekadar teori, atau menjadi ajaran kosong yang tidak terlihat dalam realitas kehidupan.

Supaya ukhuwah islamiyah tetap erat dan kuat, setiap muslim harus dapat menjauhi segala macam sikap dan perbuatan yang dapat merusak dan merenggangkan ukhuwah tersebut. Sesudah menyatakan bahwa orang-orang yang beriman itu bersaudara, Allah SWT melarang orang-orang beriman untuk melakukan beberapa hal yang dapat merusak dan merenggangkan ukhuwah Islamiyah (QS AlHujurat 49:11 dan 12)

Demikinlah. Mudah-mudahan kita dapat selalu menjaga diri dari sikap dan perbuataan yang dapat merusak ukhuwah islamiah di antara kita.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top