OASE RAMADAN USTAZ AHMAD JAJULI: Kebersihan Lingkungan


menyapu

Ilustrasi | surakarta.go.id

Ahmad Jajuli | Anggota DPD/MPR RI asal Lampung

ahmad jajuli putih copyKEBERSIHAN merupakan salah satu ajaran yang sangat penting dalam agama Islam, baik kebersihan diri pribadi maupun kebersihan lingkungan hidup. Dalam salah satu hadis Nabi dikatakan,”Kebersihan itu adalah separuh dari iman.” (HR Muslim) Atau dalam riwayat lain dikatakan, “Kebersihan itu bagian dari iman.” (HR Aldailami)

Hal ini berarti setiap orang beriman harus memelihara kebersihan. Itulah sebabnya maka pembahasan dalam kitab-kitab fikih Islam selalu dimulai dengan bab thaharah artinya tentang bersuci. Sebab salat lima kali sehari semalam yang wajib dilakukan oleh setiap orang beriman yang telah dewasa, salah satu syaratnya adalah suci dan bersih. Yaitu, suci badan dari hadas dan najis atau kotoran, serta bersih pakaian dan tempat salat dari najis. Bahkan, orang Islam dianjurkan untuk sikat gigi setiap akan mendirikan salat.

Selain kebersihan diri pribadi, yang tidak kalah pentingnya adalah kebersihan lingkungan. Ini meliputi lingkungan fisik seperti air, udara, alam sekitar dan lain-lain, serta lingkungan sosial. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Iman itu lebih dari 60 cabang. Yang paling utama adalah ucapan tiada Tuhan selain Allah dan paling rendah atau sederhana ialah menghilangkan kotoran dari jalanan.” (HR Bukhari)

Selanjutnya, marilah kita uraikan secara singkat kebersihan lingkungan ini.

Kebersihan air. Memelihara kebersihan air dan tidak mencemarinya dengan kotoran dan zat yang berbahaya. Hal itu sangat penting karena menurut Alquran ada dua fungsi utama dari air, yaitu membersihkan dan menghidupkan. Ini sebagaimana firman Allah, “(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu).” QS Alanfal 8:11

Rasulullah melarang mengotori air dengan sabdanya, “Janganlah sekali-kali kalian kencing di air yang diam yang tidak mengalir kemudian mandi di dalamnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Kebersihan udara dan alam sekitar. Udara yang bersih dan segar sangat penting bagi kesehatan. Sebab itu jangan membuang kotoran dan sampah sembarangan. Nabi mengatakan, “Takutlah akan dua hal yang mendatangkan laknat. Mereka para sahabat bertanya, apakah dua hal yang mendatangkan laknat itu wahai Rasulullah? Nabi menjawab, ialah orang yang buang hajat di tempat manusia berteduh.” (HR Bukhari dan Abu Daud)

Juga hadis lainnya, “Sesungguhnya Allah itu baik dan menyukai kebaikan, Allah itu bersih dan menyukai Kebersihan. Allah itu pemurah dan menyukai kemurahan, Allah itu dermawan dan menyukai kedermawanan. Maka bersihkanlah halaman pekaranganmu.” HR Altirmidzi)

Kebersihan lingkungan sosial. Lingkungan sosial mempunyai pengaruh terhadap sikap mental seseorang. Oleh karena itu, masyarakat haruslah diatur dengan tatanan yang baik, tertib, sopan, saling menghargai dan tolong menolong sesama, mematuhi hukum dan peraturan dan terutama mengikuti ajaran agama.

Demikianlah sebagian dari ajaran kebersihan dalam Islam. Mudah-mudahan kita semua dapat membudayakan hidup bersih dan selalu menjaga kebersihan lingkungan agar dicintai oleh Allah.

Seperti yang disebutkan dalam Alquran, “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah, haidh itu adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS Albaqarah 2: 222)

Marilah kita selalu menjaga kebersihan pribadi kita, rumah kita, dan alam sekitar.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top