KELILING SURAU: Bentuk Bangunan Tak Persegi, Masjid Baitunnur Talang akan Direnovasi Lagi


MASJID Baitunnur di kawasan Talang, Telukbetung Selatan berdiri sejak tahun 1920. Masjid ini menjadi saksi perkembangan kawasan Talang hingga saat ini. | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Masjid Baitunnur Talang Telukbetung Selatan direncanakan akan direnovasi lagi. Menurut Suhaimi Arsyad (58), pengurus masjid, renovasi ini dilakukan mengingat bentuk masjid sekarang yang tidak persegi agak menyulitkan dalam membuat saf salat.

“Sehingga akan diubah pada bagian atap dan kubahnya. Akan dibagi empat sisi, dengan dua kubah kecil dan satu kubah bulat. Sehingga di bagian dalam gedungnya otomatis akan berubah termasuk plafon atap masjid,” kata Suhaimi saat ditemui duajurai.com di kediamannya tepat di depan masjid tersebut, Kamis 30/6/2016.

Dia berharap, tahun depan rencana renovasi ini dapat terlaksana. Meskipun, sejauh ini anggaran hanya mengandalkan urunan dari warga sekitar. Sedangkan, lanjut Suhaimi, masyarakat sekitar adalah masyarakat lemah secara ekonomi dan bukan kalangan elit.

“Tapi kami komitmen tak akan meminta uang sumbangan di jalan. Kami akan gali dana di masyarakat sekitar dan sisinya cari ke luar. Kalau bisa ya pakai uang masyarakat saja dan uang kas yang ada,” kata Suhaimi.

Untuk merenovasi masjid, dibutuhkan dana sekitar Rp400 jutaan. Sementara saat ini masih ada Rp107 juta yang terkumpul.  “Maka dari itu, kami belum berani renovasi sekarang, baru akan dibangun tahun depan,” kata dia sembari menunjukkan ruangan dalam masjid berkapasitas 200 jamaah itu.

Masjid Baitunnur yang dibangun tahun 1920 menjadi saksi perkembangan zaman di kawasan tempatnya berdiri. Sejak kawasan tersebut masih dipenuhi pepohonan besar dan kebun kelapa.

Menurut Suhaimi Arsyad (58) pengurus masjid, berdasarkan cerita yang didapatnya dari para sesepuh, pada awal mula pembangunan masjid pada tahun 1920 silam, masjid tersebut masih disebut sebagai surau atau musala. Bentuk dan ukurannya pun jauh berbeda dari yang sekarang.

“Dulu itu, yang pertama kali membangun masjid ini namanya Pak Arsyad pada tahun 1920. Yang punya tanah namanya Haji Nawawi. Saat itu di sini belum ada rumah. Masih kebun kelapa dan pohon besar. Jalan Wolter Monginsidi ini belum ada masih jalan setapak,” papar Suhaimi.(*)

Liputan Keliling Surau didukung oleh Yayasan Mitra Lampung dan Komisaris PTPN XI Dedy Mawardi SH.

Baca: KELILING SURAU: Masjid Baitunnur Jadi Saksi Perkembangan Kawasan Talang Telukbetung Selatan

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *