KELILING SURAU: Kisah Manusia dalam Lukisan Dinding di Masjid Sunan Kalijogo Garuntang


LUKISAN dinding di Masjid Sunan Kalijogo, Garuntang Bandar Lampung. Lukisan tersebut bercerita tentang kisah kehidupan manusia | M Davit Saputra/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Masjid Sunan Kalijogo di Jalan Gatot Subroto, Garuntang Bandar Lampung memiliki sejumlah kaligrafi ayat-ayat Quran hingga gambar lukisan yang menempel di dinding masjid. Tulisan-tulisan indah kaligrafi tersebut merupakan hasil karya (Alm) H Imron ayahanda Ustaz Maulana, sang imam masjid.

Tak hanya kaligrafi, pada beberapa sudut dinding terdapat gambar-gambar indah yang meriwayatkan kehidupan manusia. “Di gambar ini kita sebagai manusia diajarkan untuk mengetahui kita ini siapa dan akan menjadi apa. Sehingga gambar-gambar karya (Alm) Imron ini mengajarkan hal itu sekaligus menyadarkan manusia,” terang Ustaz Maulana kepada duajurai.com, Rabu sore, 29/6/2016.

Pada gambar tersebut dijelaskan kisah hidup manusia mulai dari alam arwah, hingga berada dalam kandungan ibu dan lahir di dunia. Saat itu manusia mulai menjadi besar dan dewasa. Manusia menikmati dunia fana mulai dari si miskin hingga si kaya. Dari memiliki kendaraan hingga berjalan kaki. Bertemu hewan dan tumbuhan.

Selanjutnya manusia memilih apakah menunaikan ibadah haji atau tidak. Selanjutnya mereka menemui azal dan dikubur. Kemudian amal mereka ditimbang dan akan diumumkan masuk jannah (surga) atau nar (neraka).

“Dan manusia itu adalah kita semua yang hidup di dunia ini. Bagaimana gambaran hidup kita ada pada gambar ini,” ujarnya.

Adalagi gambar tentang hati manusia yang terdiri dari sifat pemarah, tenang dan pemalas. Di situ menjelaskan sebagai manusia harus mengenal sifat tersebut, jika sudah kenal sifat masing-masing maka barulah mengenal Allah SWT.

“Ini mengingatkan kepada kita bahwa kita pasti memiliki ketiga sifat itu. Bagaimana kita hanya memiliki satu sifat yaitu tenang seperti para nabi,” tukasnya.

Masjid Sunan Kalijogo ini menurut Maulana merupakan satu-satunya masjid di Sumatera yang menerapkan konsep dakwah wali songo, yakni metode dakwah billah, salat malam dan dhuha. Masjid ini dinamai Sunan Kalijogo karena terinspirasi konsep yang dibawa Sunan Kalijaga. (*)

Liputan Keliling Surau didukung oleh Yayasan Mitra Lampung dan Komisaris PTPN XI Dedy Mawardi SH.

Baca: KELILING SURAU: Masjid Sunan Kalijogo Garuntang Bandar Lampung Terapkan Konsep Dakwah Wali Songo

Laporan M Davit Saputra, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *