BPJS-Dinkes Lampung Buka Posko di Sejumlah Jalur Mudik


KEPALA Divisi Regional XIII BPJS Kesehatan Benyamin Saut PS (pegang mic) dan Kepala Dinkes Lampung Reihana (berkacamata) menghadiri konferensi pers di Kantor BPJS Kesehatan Bandar Lampung, Rabu, 29/6/2016. Terungkap dalam konferensi pers bahwa BPJS Kesehatan dan Dinkes Lampung membuka posko di sejumlah jalur mudik-balik Lebaran. | Imelda Astari/duajurai.com

KEPALA Divisi Regional XIII BPJS Kesehatan Benyamin Saut PS (pegang mic) dan Kepala Dinkes Lampung Reihana (berkacamata) menghadiri konferensi pers di Kantor BPJS Kesehatan Bandar Lampung, Rabu, 29/6/2016. Terungkap dalam konferensi pers bahwa BPJS Kesehatan dan Dinkes Lampung membuka posko di sejumlah jalur mudik-balik Lebaran. | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan membuka posko di lima titik padat pemudik. Kelimanya, Pelabuhan Merak di Banten, Terminal Kampung Rambutan Jakarta, Terminal Bungurasih Surabaya, Pelabuhan Gilimanuk Bali, dan Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar.

“Posko mudik itu untuk umum, tak harus peserta BPJS Kesehatan. Posko di sana menyediakan pelayanan kesehatan, obat-obatan, fasilitas relaksasi, hingga sosialisasi program jaminan kesehatan. Semuanya gratis,” kata Benyamin Saut PS, Kepala Divisi Regional XIII BPJS Kesehatan, saat konferensi pers di Kantor BPJS Kesehatan Bandar Lampung, Rabu, 29/6/2016.

Selain BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung juga membuka posko di jalur mudik. Kepala Dinkes Lampung Reihana mengatakan, pihaknya mendirikan sebanyak 65 posko. Perinciannya, 61 posko terletak di jalur mudik kabupaten/kota, dan empat posko di jalan provinsi. Posko tersebut beroperasi selama 16 hari, mulai H-7 sampai H+7 Lebaran. “Poskonya akan buka selama 24 jam,” ujarnya.

Dia melanjutkan, selain pelayanan kesehatan, posko Dinkes Lampung juga melayani pijat akupressure dan akupuntur di kawasan Rajabasa dan Pasir Putih. Pelayanan pijat tersebut untuk mengurangi angka kecelakaan akibat kelelahan dalam perjalanan mudik. “Petugas yang terlatih sebanyak lima orang. Perinciannya, tiga dokter, satu perawat, dan satu pengobat tradisional. Mereka didampingi dan diawasi pegawai Dinkes Lampung,” kata Reihana.

Selain itu, tambah dia, pihaknya juga memberdayakan mobil Rumah Sakit (RS) Keliling atau Mobile Clinic. Pemberdayaan itu untuk mendukung posko pelayanan kesehatan selama arus mudik dan balik Lebaran. “Mobil RS keliling akan diprioritaskan ke daerah terpencil, sehingga bisa digunakan ketika dalam keadaan darurat,” ujarnya.(*)

Baca juga Selama Mudik-Balik Lebaran, Peserta BPJS Kesehatan Bisa Berobat di Semua Daerah

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top