PUASA SANG DUAFA: Zulkifli Beralih Jadi Tukang Air, Kala Menarik Becak Tak Lagi Mencukupi


Zulkifli1

SEBELUM akhirnya menjadi tukang air, Zulkifli (62) pernah berjualan tempe, menarik becak, hingga jadi tukang bangunan. | M Idris Muadinullah/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Seorang tukang air yang tak lagi muda, Zulkifli (62) tetap berpuasa meski berkeliling mengantar air. Dalam sehari, ia bisa memperoleh uang antara Rp25 ribu hingga Rp30 ribu. “Ya sehari paling tidak, bisa dapat Rp25 ribu,” katanya kepada duajurai.com, Selasa, 28/6/2016.

Pria asal Palembang tersebut mengaku sudah tujuh tahun ini menjadi pendorong air. Ia datang ke Lampung sekitar tahun 1980-an, awalnya ia mencoba peruntungan dengan menjual tempe. Karena merasa tak beruntung, ia pun beralih menjadi penarik becak dari tahun 1990-an.

“Kalau mendorong air ini sudah ada tujuh tahun. Soalnya dari narik becak sudah nggak mencukupi lagi, makanya saya beralih mendorong air,” kisah pria tua itu.

Meski begitu, laki-laki empat anak itu mengatakan, pekerjaannya tak mengganggu ibadah puasanya. “Di luar puasa pun, sebenarnya saya mampu tiga hari tak makan, asal tetap minum air. Ini puasa sudah 22 hari alhamdulillah full terus,” tambahnya lagi.

Selain mendorong air, ia juga terkadang diminta menjadi tukang bangunan. Dalam sehari, dari menukang, ia bisa memperoleh hingga Rp100 ribu. Tetapi, menjadi tukang tak menentu, hanya jika ada permintaan saja.

Warga Kelurahan Kebon Jahe tersebut memiliki empat orang anak. Dua anak pertamanya telah menikah dan tinggal jauh darinya. Sedang dua anak lainnya masih bersekolah, masing-masing duduk di bangku kelas 3 SMA dan 2 SMK. Beruntung, kedua anak tersebut masuk sekolah melalui jalur bina lingkungan.

Selain dengan dua anaknya yang masih bersekolah, ia juga tinggal dengan sang istri, yang bekerja menjadi asisten rumah tangga. Mereka menempati kontrakan di Gang Mawar 4, Jalan Hayam Wuruk dengan biaya sewa Rp200 ribu per bulan. (*)

Liputan ini merupakan kerja sama duajurai.com dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Lampung. Setiap duafa yang menjadi narasumber mendapatkan santunan dari IZI.

Laporan M Idris Muadinnullah, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top