OASE RAMADAN USTAZ AHMAD JAJULI: Hakikat Ibadah Puasa


Musini (69), di siang hari yang terik ia berkeliling kota untuk menjual sayur mentah menggunakan sepeda tuanya.  Ia sedang menunjukkan amplop berisi zakat mal yang disalurkan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Lampung melalui duajurai.com. | M Davit Saputra/duajurai.com

Musini (69), perempuan penjual sayur berkeliling keluar-masuk kampung di Bandar Lampung menggunakan sepeda tuanya. Meski sudah tua dan harus bekerja keras di bawah terik matahari, Musini tetap berpuasa selama bulan Ramadan ini| M Davit Saputra/duajurai.com

Ahmad Jajuli | Anggota DPD/MPR RI asal Lampung

ahmad jajuli putihWahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian puasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa.

Allah menunjukkan ayat ini kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di antara umat ini, bahwasanya telah diwajibkan kepada mereka puasa, sebagaimana telah diwajibkan pula kepada umat-umat sebelumnya. Artinya, kewajiban puasa ini adalah kewajiban yang sudah ada sejak dulu kala kepada umat-umat sebelumnya.

Hal itu karena besarnya keutamaan puasa juga kebutuhan orang-orang beriman terhadapnya. Allah pun menjelaskan hikmah yang tersimpan di balik syariat puasa yang Allah tetapkan.

Yang menjadi tujuan utama puasa bukanlah melarang makan, minum, atau kesenangan-kesenangan yang mubah. Akan tetapi sesungguhnya yang dituju adalah buah puasa itu dalam diri hamba. Itu sebabnya Allah berfirman, “Mudah-mudahan kalian bertakwa”.

Hal ini menunjukkan bahwa puasa merupakan sebab menuju ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Dan takwa inilah yang  merupakan faidah terbesar ibadah puasa. Sementara takwa adalah maqam/tingkatan ibadah yang paling tinggi. Takwa adalah kalimat yang mencakup segala kebaikan. Karena itu, dengan puasa, seorang hamba akan menjauhi maksiat dan keburukan, dan bertobat dari dosa yang telah lalu.

Balasan pahala puasa datang langsung sisi Allah ‘azza wa jalla. Artinya tidak ada yang mengetahui besarnya kadar balasan puasa kecuali Allah. Adapun ibadah-ibadah yang lain akan diberikan ganjaran sesuai niat pelakunya di mana satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh hingga 700 kali lipat, bahkan lebih.

Maka hendaknya setiap muslim melihat pada dirinya sendiri. Apabila puasa bisa menghalangi dirinya dari maksiat dan melembutkan hatinya dengan ketaatan, membuatnya membenci kemaksiatan, dan menggerakkan ketaatan, maka puasanya benar dan menghasilkan manfaat. Adapun apabila sebaliknya maka berarti puasanya tidak bermanfaat.

Allah mengatakan, “Mudah-mudahan kalian bertakwa”. Sehingga puasa yang tidak membuahkan ketakwaan tidak mengandung faidah di dalamnya. Inilah salah satu faidah puasa, membentengi dari maksiat.

Kemudian, di antara keutamaan puasa yang sangat agung adalah Allah mengistimewakan puasa dari seluruh bentuk amalan untuk diri-Nya. Allah mengatakan, “Puasa adalah untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” Hal itu karena puasa adalah niat yang ada dari seorang hamba untuk Rabb-nya; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah subhanahu wa ta’ala.

Secara fisik tidak ada bedanya antara orang yang puasa dan tidak. Berbeda halnya dengan bentuk ibadah-ibadah lain. Salat bisa dilihat, sedekah tampak, jihad juga tampak, tasbih, tahlil, dan takbir juga tampak jelas serta bisa dilihat dan didengar orang lain.

Berbeda halnya dengan puasa. Puasa sesuatu yang rahasia. Rahasia antara hamba dengan Rabb-nya. Karena di dalam hatinya dia berniat dengan puasanya untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan hal ini adalah suatu perkara yang tidak diketahui secara persis kecuali oleh Allah.

Puasa tidak bisa dilihat pada fisiknya. Oang yang sedang berpausa sama seperti orang lain. Dia juga berjalan, bergerak, sama dengan orang lain. Hanya Allah yang mengetahui bahwa dia memang sedang puasa.

Jadi karena puasa menjadi rahasia antara hamba dengan Rabb-nya maka Allah pun mengistimewakan amalan ini untuk diri-Nya sendiri. Di mana Allah menyatakan, “Puasa itu adalah untuk-Ku.” Padahal suatu perkara yang dimaklumi bahwa semua ibadah adalah untuk Allah. Adapun ibadah yang tidak untuk Allah maka tidaklah bisa membuahkan manfaat bagi orang yang puasa/melakukan amal itu alias sia-sia. Akan tetapi puasa ini memiliki kekhususan; ia merupakan rahasia paling besar di antara sekian banyak ibadah yang lain.

Kemudian Allah mengatakan, “Dan Aku lah yang akan membalasnya”. Balasan pahala itu langsung berasal dari sisi Allah ‘azza wa jalla. Artinya tidak ada yang mengetahui besarnya kadar balasan puasa kecuali Allah. Selain puasa, ibadah-ibadah yang lain akan diberikan ganjaran sesuai dengan niat pelakunya. Karena itu besarnya pahala puasa tidak bisa diukur dengan jumlah atau bilangan tertentu.

Puasa adalah bentuk kesabaran. Dia bersabar dalam meninggalkan makanan, minuman, haus, dan lapar. Sementara Allah berfirman, “Sesungguhnya akan disempurnakan pahala/balasan bagi orang-orang yang sabar itu tanpa ada perhitungan”.

Adapun amal-amal yang lain pahala dan balasannya ditentukan dengan perhitungan/hisab. Bisa jadi banyak, dan bisa jadi sedikit. Adapun puasa, maka tidak ada yang mengetahui kadar pahalanya selain Allah semata. Maka ini pun menunjukkan kepada keutamaan puasa. Yaitu tidak ada yang bisa mengetahui besar dan ukuran balasan yang diberikan untuknya kecuali Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah menjelaskan mengapa orang yang berpuasa itu rela meninggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya, yaitu, “Karena Aku”. Artinya puasa dilakukan semata-mata karena Allah. Ini adalah niat yang samar. Tiada yang mengetahui hal itu kecuali Allah subhanahu wa ta’ala.

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semuanya guna menggapai apa yang dicintai dan diridai-Nya.Di samping itu puasa bertujuan mempertinggi rasa persaudaraan dan kepedulian sosial, ibadah puasa mengasah dan mengasuh manusia agar memiliki sifat sabar dan jujur.

Semoga Ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadan ini nantinya dapat melahirkan nilai-nilai ketakwaan, nilai-nilai persaudaraan, kesabaran dan kejujuran. Wa allahu a’lam bi al-shawab.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top