PUASA SANG DUAFA: Punya Anak 9 Sudah Bekerja, Nenek Musini Tetap Cari Nafkah Sendiri


Musini (69), di siang hari yang terik ia berkeliling kota untuk menjual sayur mentah menggunakan sepeda tuanya.  Ia sedang menunjukkan amplop berisi zakat mal yang disalurkan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Lampung melalui duajurai.com. | M Davit Saputra/duajurai.com
Musini (69), di siang hari yang terik ia berkeliling kota untuk menjual sayur mentah menggunakan sepeda tuanya. Ia sedang menunjukkan amplop berisi zakat mal yang disalurkan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Lampung melalui duajurai.com. | M Davit Saputra/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Usia bukan penghalang bagi Musini, (69), wanita asal Jalan Pulau Batam Raya, Gang Moro Seneng, Way Halim, Bandar Lampung ini masih kuat bekerja dengan mengayuh sepeda menjajakan sayur mentah berkeliling Bandar Lampung. Hebatnya, meski memiliki 9 anak, dirinya tidak ingin menggantungkan hidupnya kepada anak-anaknya.

“Anak saya ada 9, satu yang belum menikah. Mereka pada kerja semua, meski begitu saya gak mau bergantung sama anak. Mereka kan pada punya keluarga jadi saya lebih baik bekerja seperti ini,” ungkap wanita yang telah ditinggalkan suaminya 4 tahun terakhir itu kepada duajurai.com, Sabtu siang, 25/6/2016

Setiap hari ia berkeliling di daerah Way Halim dan Sukarame. Ia berjualan sayur mentah menggunakan sepeda tuanya tersebut. Dalam sehari dirinya mengaku mendapatkan keuntungan bersih tidak sampai Rp50 ribu. “Gak nyampe Rp50 ribu, paling 20-40 ribuan rupiah. Duitnya buat makan sehari-hari,” ujarnya.

Pada Ramadan kali ini dia mempunyai harapan agar diberi kesehatan dan rezeki lebih, sehingga bisa memberikan hadiah kepada cucu-cucu kesayangannya.

“Nanti kalau lebaran pengennya bisa bagi-bagi hadiah sama cucu. Lihat anak sama cucu sehat sudah senang apalagi bisa kasih hadiah. Cucu Mbah lebih dari 20, makanya pengennya sehat jadi bisa ngeliat mereka sampai besar,” tukasnya.

Pantauan duajurai.com, sepanjang perjalanan di Jalan Urip Sumoharjo, Sukarame. Nenek Musini lebih banyak menuntun sepedanya. Selain kondisi jalan yang sedikit menanjak, barang-barang bawaan yang berada di sepeda cukup banyak. Di sepedanya ia biasa membawa aneka sayur mentah, tempe, tahu, kacang-kacangan, genjer, nanas hingga aneka macam olahan untuk sayur mayur.(*)

Liputan ini merupakan kerja sama duajurai.com dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Lampung. Setiap duafa yang menjadi narasumber mendapatkan santunan dari IZI.

Baca: PUASA SANG DUAFA: Nenek Musini, Jual Sayur Mentah Keliling Bandar Lampung Pakai Sepeda Tua

Laporan M Davit Saputra, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terki


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *