Ronaldo di Euro Messi di Copa America, Siapa Catatkan Kisah Manis?


Lionel Messi (kiri) dan Cristiano Ronaldo (kanan) saat di panggung penganugerahan Ballon D'Or 2015. | Ist
Lionel Messi (kiri) dan Cristiano Ronaldo (kanan) saat di panggung penganugerahan Ballon d’Or 2015. | Ist

Duajurai.com, Bandar Lampung – Ke manapun dan di manapun hajat, bila itu melibatkan dua mega bintang sepak bola dunia Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, sudah pasti aneka cerita akan terus mengalir di belakang kiprah mereka. Saat ini, Ronaldo sedang membela Portugal di Piala Eropa 2016 dan Messi sedang berjuang mengembalikan kedigdayaan Argentina di Copa America Centenairo.

Bagaimana cerita keduanya? Siapa yang lebih mencolok?

Cerita Ronaldo berawal dari penampilan kurang memuaskannya di dua laga pertama babak penyisihan grup. Tanpa gol Ronaldo, Portugal tak berhasil mengalahkan lawan-lawannya yang notabene kelasnya masih di bawah Portugal. Bahkan, sejak partai perdana melawan anak bawang Islandia, Ronaldo dianggap angkuh karena menyindir Islandia yang bermental lembek karena bermain bertahan dan hanya menginginkan hasil seri.

Melihat selebrasi pemain Islandia usai pertandingan Ronaldo mengatakan, bahwa pemain Islandia seolah-olah telah menjuarai Euro 2016. Cerita berlanjut ketika Ronaldo dikisahkan tak mau menerima ajakan pertukaran kaos dengan kapten Islandia Aron Gunnarson.

Pada partai kedua melawan Austria, kisah calon legenda Real Madrid tersebut masih sama. Suram. Ia bahkan gagal mengeksekusi penalti. Ia pun harus rela timnya ditahan imbang tanpa gol oleh Austria. Cerita minor kembali menyeruak ketika seorang jurnalis salah satu stasiun televisi hendak mewawancarai sebelum pertandingan terakhir melawan Hongaria. Ronaldo kedapatan marah dengan mengambil mikrofon dari tangan jurnalis tersebut dan melemparkannya ke danau.

Namun, bukan mega bintang bila ia tak mampu berbuat sesuatu. Meski secara tim, Portugal bermain biasa-biasa saja dan lagi-lagi bermain imbang, secara pribadi Ronaldo memberikan jawaban. Ia mencetak dua gol dan satu assist. Portugal pun sanggup menyamakan kedudukan setelah tiga kali diungguli Hongaria. Skor 3-3 berakhir. Ini artinya tiga pertandingan Portugal tanpa kemenangan.

Mereka pun berada di peringkat ketiga klasemen grup F di bawah Hongaria dan Islandia. Namun, keberuntungan masih berpihak pada Portugal, dengan format baru di mana ada 4 tim peringkat ketiga terbaik yang juga lolos ke babak 16 besar. Melalui jalur tersebut, meski tanpa kemenangan, Portugal akhirnya lolos ke babak gugur melawan Kroasia.

Bagaimana dengan Lionel Messi di Copa America bersama Argentina?

Berbanding terbalik dengan Ronaldo, jagoan Barcelona tersebut mengukir kisah manis di timnya. Selain membawa Argentina ke final untuk bertemu dengan Cili, Messi juga berhasil mengukir rekor individu sebagai pencetak gol Argentina terbanyak sepanjang masa, melewati jumlah gol yang dibuat Gabriel Batistuta.

Messi telah mencetak 55 gol melampaui jumlah gol Batistuta dengan 54 gol. Selain itu, Messi juga dianggap berperan dalam meningkatkan permainan Argentina. Perannya tak hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga sebagai pengatur serangan. Empat kali bertanding, Messi mencetak 5 gol dan 4 assist. Dengan jumlah gol tersebut, Messi berpeluang meraih predikat top scorer bersaing melawan Eduardo Vargas dari Cili.

Dari dua kisah sementara tersebut, ada kemungkinan kisah Messi akan berujung lebih manis dan rivalnya. Kita lihat nanti.(*)

duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Berlangsung Semarak, Minggu Final “Liga Sawah” di Sukarame Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Turnamen Sepak Bola U-13 “Liga Sawah” di lapangan mini Jalan Kusuma …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *