Soal Pesantren Darul Atfal, Andi Desfiandi: Pemkot Bandar Lampung Jangan Cuci Tangan Karena Alasan Legalitas


Rektor IBI Darmajaya Andi Desfiandi | Ist
Rektor IBI Darmajaya Andi Desfiandi | Ist

Duajurai.com, Bandar Lampung – Buruknya kondisi Pondok Pesantren Darul Atfal mengundang keprihatinan sejumlah kalangan. Usai diberitakan duajurai.com beberapa waktu lalu, sejumlah orang telah mengunjungi pesantren yang terletak di Kelurahan Palapa, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung tersebut.

Selain itu, meski tak datang ke lokasi sejumlah pihak juga menyatakan rasa prihatin dan pedulinya terhadap pesantren yang dipimpin Ustaz Arif Billah alias Ustaz Alok itu.

Sikap keprihatinan tersebut salah satunya diutarakan Andi Desfiandi, pengamat pendidikan dari IBI Darmajaya Andi mengaku sangat prihatin dengan kondisi pesantren Darul Atfal. Dia menyayangkan masih adanya pesantren dengan kondisi yang tak layak di tengah kota Bandar Lampung.

“Bicara sebagai makhluk sosial, memang sangat memprihatinkan, kok ada sebuah pesantren yang benar-benar menjalankan kegiatan keagamaan tapi luput dari perhatian Pemda dan bahkan dari kita sebagai sesama manusia,” kata Andi kepada duajurai.com melalui sambungan telepon, Senin sore, 20/6/2016.

Meskipun secara hukum, legalitas pesantren tersebut belum didaftarkan, namun menurut Andi, karena belum legalnya itu, maka harus dicarikan bagaimana solusinya oleh pemerintah daerah setempat yakni Pemkot Bandar Lampung.

“Jangan hanya dinilai itu tak ada legalitasnya, kita tak bisa tutup mata. Buktinya, di sana ada 100 orang santri yang belajar mengaji dan 25 orang di antaranya menggantungkan hidupnya di sana. Mereka aktif menjalankan aktivitas belajar mengajar ilmu agama. Jangan mencari-cari kesalahan soal legalitas, kita lihat yang ada di depan mata kita,” kata mantan Rektor IBI Darmajaya itu.

Andi menegaskan, secara aturan, legalitas memang harus tetap ditegakkan, akan tetapi mengingat faktanya pesantren tersebut ada, maka semua pihak tak bisa cuci tangan dan harus mencarikan solusinya.

“Kalau belum terdaftar, ya buatkan suratnya agar legal. Mudah itu. Kemudian juga soal kepemilikan lahan itu, kalau misal itu masih milik orang maka Pemda harus carikan solusinya. Kalau Pemda setempat ingin membantu, bisa mengalirkan melalui anggaran sosial di APBD. Tinggal mereka tak bisa tutup mata bahwa ini ilegal dan lain-lain, bantu mereka, berikan solusi. Kan mereka tetap warga di Bandar Lampung,” katanya.

Masih kata Andi, bantuan tersebut tidak hanya berupa makanan atau dalam bentuk barang, akan tetapi dalam bentuk pembinaan atau pelatihan kepada santri. Hal itu dilakukan agar santri bisa mandiri secara ekonomi. Pelatihan tersebut untuk meningkatkan kemampuan kompetensi santri untuk bekal ke depannya.

Menurut Andi, hal ini bisa dilakukan oleh Pemda dengan bekerja sama dengan pihak swasta. “Jangan hanya datang berikan sumbangan makanan, donasi dan sebatas itu, tapi setelah itu apa. Bagiamana kelanjutan hidup mereka, sekolahnya bagaimana, keterampilan mereka untuk bertahan hidup bagaimana, itulah yang terpenting,” jelasnya.

Dia menegaskan, dalam hal ini harus ada yang memfasilitasi, dan yang paling cocok adalah Pemda setempat. Bisa saja Pemda melebur dengan Ponpes binaan Pemda, atau langkah-langkah lainnya yang bertujuan baik.

“Karena dikhawtirkan mereka menjadi turun ke jalanan, minta-minta bahkan bisa saja melakukan tindak kriminal jika terus-terusan terhimpit masalah ekonomi, itulah kenapa kita tidak bisa tutip mata. Mari kita selesaikan secara komprehensif dengan porsinya masing-masing. Pemerintah dari sisi solusi legalitasnya, kami yang di dunia pendidikan bisa masuk ke aspek pendidikannya,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, pesantren yang terletak di kelimun rumah-rumah besar, di antaranya tergolong rumah mewah di kawasan Palapa tersebut memiliki bangunan yang sangat mengkhawatirkan.

Pondokan itu lebih menyerupai gardu atau pos ronda di kampung. Semuanya terbuat dari bambu, triplek, dan potongan-potongan papan bekas. Masing-masing hanya berukuran sekitar 2×2 meter. Bila hujan, pondokan tersebut selalu kemasukan air alias bocor.(*)

Baca Allahu Akbar…Ada Pesantren Serupa “Kandang Kambing” di Pusat Kota Bandar Lampung

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *