PUASA SANG DUAFA: Penjual Klanting Keliling Mbah Mardianto: Selagi Sehat Bekerja Itu Wajib!


Muhammad Mardianto atau biasa disapa Mbah Mardianto (75), penjual klanting dan kacang goreng di sekitar Pasar Tengah Bandar Lampung. Ia sedang menunjukkan amplop berisi zakat mal yang disalurkan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Lampung melalui duajurai.com. | M Idris Muadinnullah/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Mbah Mardianto (75), di usianya yang sudah sangat senja, masih mengais rezeki dengan berjualan klanting menggunakan pikulan. Pria asal Desa Panutan, Pagelaran, Pringsewu tersebut menjual klanting dan kacang goreng dengan berkeliling di sekitaran Bandar Lampung.

Menurut Kakek bernama asli Muhammad Mardianto tersebut, ia percaya bahwa bekerja selagi badan sehat itu hukumnya wajib.

“Selagi sehat, Mbah percaya bekerja itu hukumnya wajib. Kecuali sudah tak bisa jalan, baru (tak wajib bekerja),” ujarnya kepada duajurai.com, Senin 20/6/2016.

Perihal puasa, ia mengatakan biar bagaimanapun puasa hukumnya wajib, apalagi laki-laki. Hal itu lah yang membuatnya tak pernah putus puasa sejak awal Ramadan. “Kecuali laki-laki yang sakit menahun, itu pun tetapi wajib membayar fidyah,” tegasnya.

Mbah Mardianto mengaku telah berdagang sejak kecil, mengikuti sang kakek di tahun 1953. “Saya pindah ke Pringsewu dari Serang tahun 1952. Setahun kemudian belajar dagang sama kakek. Kalau jualan klanting ke Bandar Lampung ini sudah dari 1982,” terangnya.

Mbah Mardianto mengaku memiliki delapan anak, empat di antaranya sudah meninggal. Kecuali satu yang tinggal di Serang, semua sudah berkeluarha. Ia juga mempunyai banyak cucu. Di rumahnya di Pringsewu ia tinggal bersama istri dan cucunya. “Cucu kalau minta jajan ya ke saya. Makanya kalau nggak kerja, ya bisa bangkrut,” tambahnya lagi.

Pantauan duajurai.com, kakek ini membawa pikulan dengan keranjang bambu berisi jajanan klanting aneka ukuran kemasan, selain juga kacang goreng. Ia menyebutkan, harganya mulai Rp500 hingga Rp7.000. Jika ramai ia bisa membawa keuntungan hingga Rp50 ribu.

Setiap hari ia berjualan dengan pikulannya, ia berjualan di sekitar Pasar Tengah dan Pasar Bambu Kuning. Jika tak sedang puasa, ia malah bisa berdagang hingga Unila.

Mbah Mardianto sempat mengutip satu ayat yang membuatnya semangat dalam bekerja. “Apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung,” ujarnya menirukan kutipan salah satu ayat dalam Quran.(*)

Liputan ini merupakan kerja sama duajurai.com dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Lampung. Setiap duafa yang menjadi narasumber mendapatkan santunan dari IZI.

Baca: PUASA SANG DUAFA: Mbah Mardianto, Keliling Bandar Lampung Jual Klanting 10 Kg Sehari

Laporan M Idris Muadinnullah, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top