PUASA SANG DUAFA: Nenek Halimah, 20 Tahun Tinggalkan Pagar Dewa Jadi Tukang Parkir di Bandar Lampung


Halimah, di usianya yang sudah sangat renta masih harus mengais rezeki dengan menjadi tukang parkir di Jalan Raden Intan Bandar Lampung. Ia sedang menunjukkan amplop berisi zakat mal yang disalurkan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Lampung melalui duajurai.com. | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Di usianya yang sudah senja, Halimah masih harus bersusah payah mengais rezeki di jalan sebagai tukang parkir. Uang yang dia dapatkan digunakannya untuk makan sehari-hari dan ditabung untuk membayar tagihan kontrakan bedeng yang ditempatinya seorang diri.

“Kalau untuk makan sendiri ya cukup saja. Kadang juga saya dikasih orang makanannya. Tapi saya gak minta. Kadang ada mobil atau motor berhenti dan kasih saya bungkusan makanan. Kadang pas saya mau beli makanan di warung nasi, tiba-tiba ada yang bayarin, alhamdulillah rezeki dari mana saja datangnya,” kata Nek Halimah, saat ditemui duajurai.com di tempat parkirannya di Jalan Raden Intan, Bandar Lampung, Selasa siang, 14/6/2016.

Halimah bercerita, sekitar dua puluh tahun lalu ia tinggal di kampungnya di Pagar Dewa Tulang Bawang. Namun sang suami mengajaknya merantau ke Kota Bandar Lampung. Meski telah lama meninggalkan kampung halamannya, namun hingga kini dia masih memiliki logat bicara yang masih kental suku Lampung.

“Anak saya tiga, tapi tinggal masing-masing. Saya ngontrak bedeng di dekat Stasiun Kereta Api Tanjungkarang, supaya dekat jalan kaki ke sini,” ujarnya.

Siang itu, tubuh kurus dan keriputnya bermandi peluh. Katanya, bukannya tak pernah sakit, dia acapkali merasakan tubuhnya seperti remuk setelah seharian bekerja. “Sering saya rasakan sakit-sakit, terutama sakitnya bagian pinggang. Mungkin karena kecapekan. Tapi kalau batuk-batuk kayak orang tua sih enggak,” katanya.

Untuk tinggal di rumah bedeng, Halimah harus menyisihkan sedikit demi sedikit dari pendapatannya setiap hari. Harga sewa bedengnya per bulan Rp450 ribu. “Sejak suami meninggal, ya saya tinggal sendiri. Anak gak ikut saya, ada yang sudah punya keluarga juga,” ujarnya. (*)

Liputan ini merupakan kerja sama duajurai.com dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Lampung. Setiap duafa yang menjadi narasumber mendapatkan santunan dari IZI.

Baca: PUASA SANG DUAFA: Nenek Halimah, Tukang Parkir di Jalan Raden Intan Bandar Lampung

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *