Anggota DPRD Lampung Antoni Imam: Pasar Sidomulyo Dibangun untuk Pedagang Kecil


PKS

ANGGOTA DPRD Lampung Antoni Imam saat bertemu dengan Camat Sidomulyo dan perwakilan pedagang pasar Sidomulyo, Lampung Selatan, Senin, 13/6/106. | Humas PKS Lampung

Duajurai.com, Bandar Lampung – Anggota DPRD Lampung Antoni Imam bertemu dengan Camat Sidomulyo dan perwakilan pedagang pasar Sidomulyo, Lampung Selatan, Senin, 13/6/106.

Menurut Antoni, penerima manfaat dari keberadaan los dan kios di pasar Sidomulyo seharusnya pihak yang berhak dari sisi aturan dan taraf kebutuhan hidup mereka. “Jangan sampai memperoleh los dan kios pasar dengan cara kurang pantas karena bertentangan dengan aturan. Dari taraf hidup sebetulnya kurang tepat memperoleh hak pengelolaan,” kata dia seperti dalam rilis yang diterima duajurai.com, Selasa, 14/6/2016.

Ia menjelaskan, pasar Sidomulyo dibangun dengan dana APBN sebesar 9,8 milyar diperuntukkan bagi masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang, khususnya pedagang kecil. “Miris, kalau yang mendapatkan hak pengelolaan kios atau los justru secara ekonomi sudah mapan. Di sisi yang lain, ada yang secara ekonomi masih merangkak untuk bertahan hidup. Tentu ini tidak adil dan harus ditata ulang,” ungkapnya.

Beberapa hal yang patut diuraikan, menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada PKS Lampung ini, di antaranya perencanaan kebijakan tentang pembangunan pasar, proses penataan, dan pengelolaan pasar di daerah, dan sebagainya. “Ke depan perencanaan pembangunan pasar di daerah harus komprehensif. Apakah suatu daerah butuh atau tidak keberadaan pasar, bagaimana spesifikasi dan jenis pasar yang dibutuhkan di sana?,” ujarnya.

Sementara itu, sejak persoalan penataan pasar Sidomulyo mengemuka, setidaknya ada lebih dari 100 pedagang yang datang ke kediaman Antoni Imam. Mereka mengadukan penataan pasar Sidomulyo yang berlarut-larut dan terkesan kurang adil dalam prosesnya setelah pembangunan pasar dilakukan.

Mujinem (70 tahun) pedagang tempe menyampaikan permohonannya untuk bisa mendapatkan hak pengelolaan los. “Saya sudah lama berdagang tempe, biasanya deket WC,” katanya. (*)

Duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Kecelakaan Maut Tol Sumatra, Kristyowati Mau Pindah Sekolah ke Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak empat orang tewas dalam kecelakaan di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) Kilometer …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *