Praktisi Ginta Wiryasenjaya: Flyover di Bandar Lampung Bukan Solusi Atasi Macet


Putaran jalan di bawah flyover Sultan Agung-Ryacudu ditutup untuk dijadikan taman. | M Davit Saputra/duajurai.com
Putaran jalan di bawah flyover Sultan Agung-Ryacudu | M Davit Saputra/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung telah membangun empat jalan layang (flyover) di beberapa titik di Bandar Lampung. Pembangunan flyover tersebut disebut Wali Kota Herman HN sebagai solusi mengurai kemacetan yang terjadi.

Alih-alih menuai pujian, apa yang dilakukan Herman HN dikritik Ginta Wiryasenjaya, praktisi sekaligus pengusaha. Menurut Ginta, flyover bukanlah sebuah solusi, justru menghancurkan kota.

Flyover justru membuat kota nampak kumuh. Perekonomian di sekitar flyover jadi mati. Kalau menurut saya, jangan lagi bangun flyover, tapi lebih telat bangun underpass (jalan bawah tanah),” kata Ginta.

Ginta menjelaskan, selama ini underpass seringkali dikatakan menyebabkan banjir, padahal risiko banjir terjadi karena pembangunannya yang salah.

“Harusnya di dalam underpass itu ada sumur resapan yang bisa menampung air ketika hujan. Kalau mau antibanjir, harus yang benar konsepnya. Kalau yang di Hanoman itu kan tidak bagus konsepnya sehingga sering tergenang kalau hujan,” kata Ginta dalam diskusi bersama anggota DPD RI Andi Surya dan Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) di Kantor DPD RI Perwakilan Lampung, Selasa siang, 7/6/2016.

Senada dengan Ginta, Koordinator KPKAD Gindha Ansory Wayka, mengatakan, flyover mematikan perekonomian di sekitarnya. Hanya saja selama ini masyarakat pasif dan tak berani menyampaikan ke Pemkot.

“Lebih baik membebaskan lahan dengan dana yang sama untuk melebarkan jalan, daripada membangun flyover. Ekonomi tetap berjalan. Macet itu kan karena kendaraan yang menumpuk, kalau jalannya semakin melebar maka tersebar kendaraannya, dan tak akan ada macet,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, KPKAD menggelar diskusi untuk mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah kemacetan lalu lintas di Bandar Lampung. Pada diskusi tersebut ditekankan bahwa kemacetan yang terjadi saat ini adalah sebuah permasalahan yang mesti dicarikan solusinya.

Pemkot Bandar Lampung juga diminta untuk mengevaluasi dan melakukan kajian yang mendalam terhadap kebijakan itu dengan melibatkan para ahli. Usai diskusi, KPKAD berencana melapor ke Kapolda Lampung dan akan menyurati Wali Kota Herman HN.(*)

Baca: Bandar Lampung Kian Macet, Andi Surya Minta Pemkot Kaji Lagi Kebijakan Lalu Lintas

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Sejumlah Lubang Menganga di Jalan Sriwijaya Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah lubang tampak menganga di Jalan Sriwijaya, Enggal, Bandar Lampung, Rabu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *