Kemacetan Bandar Lampung Makin Parah, Ketua KPKAD Gindha Ansory Kritik Kebijakan Herman HN


Diskusi KPKAD tentang kemacetan, Imelda Astari

GINDHA Ansory Wayka, Koordinator Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (kanan) dalam diskusi bersama Andi Surya (kiri) di kantor DPD RI Perwakilan Lampung, Selasa, 7/7/2016. | Imelda Astari/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Dalam beberapa waktu terakhir kemacetan di Kota Bandar Lampung kian merajalela. Sejumlah solusi kebijakan dari pemerintah melalui rekayasa lalu lintas dan pembangunan jembatan layang (flyover) belum mampu mengurangi kemacetan.

Sehubungan dengan itu, Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) menginisiasi kegiatan diskusi yang dilangsungkan di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI Perwakilan Lampung, di Jalan Jenderal Sudirman Bandar Lampung Selasa siang, 7/6/2016. Diskusi digelar untuk mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah kemacetan lalu lintas.

Menurut Gindha Ansory Wayka, Koordinator KPKAD diskusi sengaja digelar untuk meminta masukan dari berbagai unsur termasuk dari praktisi dan senator Andi Surya.

“Serta beberapa pihak yang memiliki kompetensi untuk memberikan masukannya terhadap kebijakan Walikota Bandar Lampung yakni pembongkaran taman Tugu Juang sehingga mengakibatkan kemacetan yang tak tertangani hampir setahun ini,” kata Ansory saat ditemui di kantor DPD RI Perwakilan Lampung Selasa sore.

Ansory mengatakan, kebijakan penutupan pertigaan Tugu Juang membuat kemacetan semakin parah, bahkan belakangan, kemacetan menyebar hampir ke semua jalan di Bandar Lampung.

Pada diskusi tersebut ditekankan bahwa kemacetan yang terjadi saat ini adalah sebuah permasalahan yang mesti dicarikan solusinya. Pemkot Bandar Lampung diminta untuk mengevaluasi dan melakukan kajian yang mendalam terhadap kebijakan itu dengan melibatkan para ahli.

“Siapapun pasti merasakan dan mengalami sendiri bagaimana Kota Bandar Lampung ini sekarang menjadi kota macet. Memang kebijakan itu kewenangan dia, tapi bukan berarti mengambil kebijakan tanpa pertimbangan yang matang. Tak komprehensif kebijakannya itu, perlu dikaji ulang,” kata Ansory.

Menurutnya, sikap Pemkot Bandar Lampung yang seolah anti kritik dan menganggap ada yang mempolitisisasi permasalahan, sangat tidak tepat. Karena faktanya sampai saat ini kemacetan masih terjadi dan belakangan semakin parah. “Ini bukan dendam terhadap kebijakan dia. Faktanya sampai hari ini macet. Kita tahu macet dimana-mana,” katanya.

Diskusi berlangsung mulai sekitar pukul 14.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 15.45 WIB. Diskusi dihadiri senator asal Lampung Andi Surya, dan praktisi sekaligus pengusaha Ginta Wiryasenjaya, serta beberapa praktisi lainnya. (*)

Laporan Imelda Astari, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *