PUASA SANG DUAFA: Hanafi, Tukang Becak Sekaligus Marbot Masjid Istiqomah Bandar Lampung


Hanafi Puasa Sang Dhuafa, Raissa

HANAFI (57) seorang tukang becak yang mengabdikan dirinya sebagai marbot di Masjid Istiqomah Bandar Lampung. | Raissa Utami Putri/duajurai.com

Duajurai.com, Bandar Lampung – Cuaca terik siang hari di awal Ramadan tak menyurutkan semangat Hanafi mencari nafkah. Sekira pukul 14.30 WIB, pria baya berusia 57 tahun tersebut tengah mengayuh becak melewati Jalan Hayam Wuruk Bandar Lampung. Ia melajukan ‘kendaraan tempur’nya itu dari daerah Pasar Tugu menuju Chandra Department Store Tanjung Karang.

Selain sebagai tukang becak, Hanafi juga mengabdikan dirinya sebagai marbot di Masjid Istiqomah, Tanjungkarang Timur. Ia juga tinggal bersama temannya sesama marbot di masjid yang terletak di Jalan Rajawali 1 Tanjung Agung, Bandar Lampung.

“Di Masjid Istiqomah itu saya dan teman saya berdua jadi marbot. Dia marbot utamanya. Kalau saya cadangan saja,” ujar Hanafi kepada duajurai.com ditemui di tepi Jalan Hayam Wuruk, pada Senin, 6/6/2016.

Hanafi mengaku telah bekerja sebagai tukang becak selama 37 tahun yakni sejak tahun 1979. Selama bekerja sebagai tukang becak, ia mengaku tidak pernah batal puasa.

Alhamdulillah tidak pernah ada kendala juga saya bekerja selama puasa. Kalau pendapatan tukang becak itu seperti memancing, kadang bisa banyak kadang sedikit. Kalau dibandingin dulu sama sekarang, masih enak zaman dulu. Lebih ramai kalau dulu yang naik becak,” tuturnya.

Pengalamannya sebagai marbot, Hanafi mengaku banyak jamaah yang baik kepadanya. “Kalau mau lebaran itu biasanya ada yang ngasih sedekah ke saya. Untuk buka puasa juga, namanya di masjid ada saja yang kasih makanan dan minuman. Ya seadanya saja lah, dikasih sudah syukur sekali,” katanya. (*)

Laporan Raissa Utami Putri, wartawan duajurai.com, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top