Empat Tahap Olahraga saat Berpuasa (2-habis)


Ilustrasi olahraga | Ist
Ilustrasi olahraga | Ist

Duajurai.com, Jakarta – Seseorang sebaiknya merancang program latihan khusus selama empat minggu sepanjang bulan Ramadan. Program dibuat dengan mengikuti kebutuhan tubuh sesuai dengan perubahan yang terjadi setiap minggunya.

Pada minggu pertama, Julia menyarankan gerakan yang digunakan untuk berolahraga terfokus pada gerakan sederhana yang menggunakan bobot tubuh sebagai beban. “Pada masa ini tubuh sedang beradaptasi terhadap perubahan pola hidup yang terjadi, olahraga yang bisa dilakukan seperti squad, step up naik tangga, gerakan-gerakan yang sederhana” ujarnya.

Pada minggu kedua, tubuh yang sudah mulai beradaptasi dapat menambah intensitas latihan dengan menggunakan alat-alat yang sederhana. Selain itu, menurutnya dapat pula ditambah frekuensi dan mengurangi waktu istirahat di antara set latihan.

“Peningkatan intensitas latihan tetap harus dilakukan secara bertahap, setidaknya frekuensi berolahraga yang baik dua-tiga kali setiap minggu dengan waktu 20-30 per sesi, jika merasa masih kuat dapat ditambah intesitasnya. Tetapi kalau terlalu lelah bisa ditambah dengan waktu istirahatnya” kata Alia.

Pada minggu ketiga, program latihan sebaiknya berfokus dengan latihan koordinasi yang merupakan kerja sama antara sistem otot dan sistem saraf. “Koordinasi tubuh ini dilatih dengan cara memberikan latihan integrasi, kerja tubuh atas dan bawah secara tiga dimensi (bergerak ke segala arah, tidak hanya depan belakang). Perubahan diet selama bulan puasa berpengaruh dengan body coordination. Ketika kadar gula menurun, maka daya konsentrasi juga akan menurun,” ujarnya.

Nantinya, pada saat mendekati akhir bulan puasa di minggu keempat, frekuensi latihan menurut Alia, sebaiknya diturunkan. Sebab, kebutuhan energi dibutuhkan dalam mempersiapkan hari raya Idulfitri. “Program latihannya lebih baik yang lebih simpel dan fokus dengan core untuk menjaga stabilitas tubuh saat banyaknya aktivitas yang harus dilakukan menjelang Lebaran,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Bonus Atlet Indonesia Berprestasi di SEA Games Dinilai Terlalu Kecil

JAKARTA, duajurai.co – Pengamat olahraga nasional Budiarto Shambazy menilai, bonus untuk para atlet Indonesia berprestasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *